Dampak Covid-19, Banyak Warga Pandeglang Gadaikan Harta

  • Whatsapp
dampak covid-19
Ilustrasi - Menggadaikan harta cara lain warga untuk dapat bertahan ditengah pandemi Covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Selama masa pandemi covid-19, angka nasabah atau warga yang menggadaikan harta benda ke Pegadaian cabang Labuan, Pandeglang, meningkat cukup drastic dibanding sebelum pandemi covid-19.

Meningkatnya nasabah pegadaian atau warga yang menggadaikan harta bendanya tersebut karena kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat dampak pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com di Kantor Pegadaian Labuan, Pandeglang, warga yang akan menggadaikan hartanya cukup banyak. Antrian warga di depan pintu masuk pegadaian nampak mengular.

Seorang pegawai di Pegadaian Labuan, Pandeglang, Muhamad Apipi mengakui, selama masa pandemi covid-19 warga yang menggadaikan hartanya meningkat drastis. Peningkatan nasabah, kata dia, mencapai 50 persen.

“Iya, warga yang menggadaikan harta cukup banyak. Mungkin dampak pandemi covid-19, ekonomi warga menurun, menggadaikan harta menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya, Senin (11/5/2020).

Dikatakannya, rata – rata warga yang datang ke Pegadaian untuk menggadaikan harta berupa emas. Karena gadai harta berupa emas prosesnya mudah dan pencairannya tidak membutuhkan waktu lama. Namun kata dia, tidak sedikit pula yang menjaminkan BPKB kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Memang untuk sekarang dampak dari covid-19, ini ekonomi warga sedang sulit. Jadi wajar kalau warga banyak yang menggadaikan hartanya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Menurutnya, sulitnya ekonomi dimasa pandemi covid-19 ini, tidak hanya tingginya angka yang menggadaikan harta bendanya. Ttapi tunggakan nasabah usaha mikro ke pegadaian juga meningkat. Namun, kata dia, untuk nasabah yang memiliki tunggakan mendapat keringanan dari pegadaian.

“Tunggakan nasabah mikro juga tinggi. Namun kami memberikan keringanan selama masa pandemi covid-29 dengan menangguhkan cicilan bagi nasabah usaha mikro,” ujarnya.

Saat ditanya berapa batas maksimal dan minimal uang yang bisa dikeluarkan pegadaian bagi para calon nasabah, Apipi menyebut tergantung kadar nilai harta yang akan digadaikan nasabah itu sendiri.

Sementara seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku datang ke Pegadaian untuk menggadaikan hartanya beruma emas. Uangnya, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya mau gadiakan emas,” aku dia sembari masuk ke Kantor Pegadaian.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.