Dampak Covid-19, Banyak Pasutri Lepas Kontrasepsi, Jumlah Bumil di Pandeglang Meningkat

  • Whatsapp
Angka Kehamilan di pandeglang
Ilustrasi - Jumlah ibu hamil meningkat selama masa Pandemi Covid-19 di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Selama musim pandemi covid-19, angka kehamilan ibu di Pandeglang meningkat hingga 34,9 persen. Perkiraan itu dapat dilihat dari jumlah kunjungan ibu hamil (Bumil), yang sebelumnya sebanyak 8,239 orang, kini mencapai 8964 orang.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Ratu Lina mengakui meningkatnya kunjungan ibu hamil selama masa pandemi covid-19. Paling tinggi angka kehamilan selama pandemi covi-19 berada di Puskesmas Bangkonol sebanyak 172 atau 43,11% dan Panimbang sebanyak 478 orang atau 43,48%.

Bacaan Lainnya

“Sejak adanya pandemi covid-19, pelayanan Posyandu dinonaktifkan sementara, mungkin karena itu banyak pasutri (pasangan suami istri) lepas kontrasepsi, sehingga membuat angka kehamilan meningkat,” ungkapnya, Kamis (11/6/2020).

Lanjut Ratu, ditiadakannya layanan Posyandu sementara ini, untuk menghindari kerumunan selama masa pandemi covid-19. Karena khawatir terjadi penularan covid-19, terlebih pada kalangan ibu-ibu hamil rentan terserang virus.

“Meski posyandu ditiadakan sementara, petugas mengontrol ke rumah-rumah warga. Dari situlah tercatat tingginya angka kehamilan, selain itu juga data kehamilan ibu yang dihimpun dari fasilitas layanan kesehatan lain, seperti Puskesmas maupun Praktik Bidan Mandiri,” katanya.

Dengan tingginya angka kehamilan ibu dimasa pandemi covid-19, tambah Ratu, petugas kesehatan terus melakukan pengawasan terhadap ibu hamil dengan mengunjungi rumah-rumah ibu hamil tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Didi Mulyadi mengimbau, agar ibu hamil untuk tetap memprioritaskan kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini, seperti rutin cek kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi tinggi.

“Harus rutin cek kesehatan jabang bayinya, jaga pola makan dan tetapi ikuti protokol kesehatan covid-19,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak, agar masyarakat menerapkan program Keluarga Berencana (KB) selama masa pandemi covid-19. Sebab dengan dua anak lebih baik. “Kami sarankan bagi pasangan suami istri memanfaatkan program KB. Sehingga angka kehamilan tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu terbebani dengan banyaknya anak,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.