Dampak Covid-19 Angka Kemiskinan di Kabupaten Tangerang Diperkirakan Naik

  • Whatsapp
Angka Kemiskinan di Kabupaten Tangerang
Ilistrasi kemiskinan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dampak dari pandemi Covid-19 mulai berimbas pada tingkat kemiskinan di Kabupaten Tangerang. Pasalnya, semenjak virus itu mewabah telah terjadi PHK secara massal di wilayah yang berjuluk Kota Seribu Satu Industri ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang, Faizin memperkirakan, akan ada kenaikan tingkat kemiskinan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Perkiraan tersebut, katanya, sudah bisa dilihat dari banyak indikator yang membatasi gerak manusia, sehingga aktivitas ekonomi berkurang dan berimbas pada banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Dampak PHK ini sudah otomatis berimbas pada naiknya angka pengangguran dan hal itu berbanding lurus dengan angka kemiskinan,” kata Faizin kepada Redaksi24.com, Senin (4/5/2020).

Meski demikian, lanjut Faizin, pihaknya belum bisa memastikan berapa persen angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang akan naik.

Hal itu dikarenakan, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terhadap 1.170 Rumah Tangga (Ruta) di wilayah Kabupaten Tangerang, yang dimulai sejak awal Maret 2020 lalu, data dan penghitungan yang mengacu pada pendapatan sebesar Rp 476 ribu perkapita perbulan, masih dalam proses validasi.

“Angkanya belum keluar tapi memang diperkirakan akan ada kenaikan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan,” ujarnya

Meski demikian, menurut Faizin jika angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tangerang yang didata dalam tiga tahun terakhir yakni tahun 2017-2019 mengalami penurunan.

BACA JUGA:

Pandemi Corona Hantam Sektor Industri, Ada Korban PHK Sampai Nekat Bunuh Diri

Berdarsarkan Data Indikator Strategis Kabupaten Tangerang tahun 2013-2019 yang didata oleh BPS secara makro, presentase penduduk miskin tercatat sebanyak 193,970. Dari jumlah tersebut pada tahun 2017 turun 5,39% , kemudian pada tahun 2018 turun kembali menjadi 5,18%, dan terakhir ditahun 2019 turun menjadi 5,14% di tahun 2019.

“Sebenarnya sudah ada penurunan presentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir dan itu sudah linier dengan program pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan,” jelasnya

Hanya saja, tambah dia, dampak dari wabah Covid-19 ini diperkirakan akan kembali meningkat. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.