Dalami Kasus Perundungan 9 Siswa di Tangsel, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

oleh -
Ilustrasi Kekerasan Pada Anak
Ilustrasi Kekerasan Pada Anak.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM—Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Erwin Subekti, pihaknya saat ini sedang bekerja untuk menangani laporan terkait adanya perundungan yang dialami 9 siswa Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Masih dalam penanganan, masih pendalaman,” ucap Iptu Erwin kepada Redaksi24.com.

Erwin menegaskan saat ini Kepolisian Sektor Ciputat juga telah memanggil sejumlah pihak untuk mendapatkan informasi lengkap terkait perkara anak tersebut.

“Sementara sudah kita panggil saksi-saksi. Cuma terkendala mereka masih pada sekolah, jadi agak lambat,” ucapnya.

Namun begitu, Erwin enggan menerangkan secara detail kekerasan yang dialami para korban pelajar, oleh rekan-rekan alumninya itu.

“Yang terjadi ibarat kata bullying , kekerasan seperti orang-orang masuk sekolah seperti di Ospek. Kategorinya nanti kita dalami lagi,” tandasnya.

BACA JUGA:

Ingin Masuk Anggota Geng Vembajak, 9 Pelajar di Tangsel Bonyok Dianiaya Senior
Sementara Iqbal orang tua salah satu korban mengaku laporan yang dibuatnya sengaja dilakukan sebagai efek jera terhadap para pelaku. Dirinya berharap dari laporan Polisi  para pelaku menjadi jera dan tidak kembali melakukan hal yang sama.

“Kita sebenarnya hanya ingin Polisi tahu ada kejadian seperti ini. Kita juga tidak ingin kejadian seperti ini kembali terulang dan menimpa pelajar lain,” ucap dia.

Iqbal sendiri enggan membeberkan detail kekerasan yang dialami putranya dan 8 orang temannya itu.

Sementara pihak Madrasah Tsanawiyah Pembangunan menolak untuk dikonfirmasi. Melalui kepala keamanan Madrasah Pembangunan, M.Saleh mengaku diamanatkan pihak sekolah untuk tidak mengizinkan pihak manapun mengonfirmasi ke sekolah.

“Kami mendapat amanah, kalau mau tanya silahkan ke Polsek, Humas sedang keluar. Kita serahkan semua ke Polsek, karena semua masalah inikan sedang diproses di sana,” singkatnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 9 pelajar Kelas 2 Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangsel.  Mereka dianiaya oleh 5 orang seniornya yang sudah menjadi alumni. Selain mengalami dipukul dan ditampar, kesembilan pelajar ini juga dipaksa tawuran, disuruh minum minuman keras (miras), hingga dipaksa mematikan bara rokok dengan lidah.

Kekerasan kepada pelajar ini baru terungkap setelah orang tua korban curiga kondisi anaknya usai pulang sekolah. Setelah diinterogerasi penyebab luka-luka yang dialaminya, akhirnya mereka mengaku bahwa mereka menjadi korban penganiayaan senior mereka sebagai syarat untuk menjadi calon anggota gengster dengan nama Vembajak. (Aan/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *