Dalam Sehari Puluhan Warga Lebak Terpapar COVID-19

oleh -
COVID-19 protokol kesehatan warga terpapar lebak banten juru bicara satgas
Ilustrasi - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Sabtu (19/6/2021) mengakui, sejak 16 Juni 2021 telah terjadi lonjakan kasus COVID-19. Pihaknya akan mengintensifkan vaksinasi kepada warga.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Kabupaten Lebak masuk zona orange penyebaran COVID-19 di Provinsi Banten. Dalam sehari terdapat 59 orang yang terpapar virus mematikan tersebut. Warga di daerah itu diminta untuk menaati protokol kesehatan (Prokes).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Sabtu (19/6/2021) mengakui, sejak 16 Juni 2021 telah terjadi lonjakan kasus COVID-19 di daerah berjuluk kota multatuli ini.

“Kami minta warga agar menaati protokol kesehatan untuk mengendalikan penyebaran corona,” katanya.

Sebelumnya, Kabupaten Lebak masuk zona kuning dengan tingkat penyebaran COVID-19 sangat rendah di Provinsi Banten. Namun, kata dia, saat ini Lebak masuk zona oranye, karena beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus.

BACA JUGA: Warga Takut ke Ladang, Babi Hutan dan Monyet Mengganas di Lebak

Peningkatan lonjakan kasus corona juga terjadi di seluruh daerah Provinsi Banten. Kondisi tersebut menyebabkan Banten kembali masuk zona oranye penyebaran COVID-19.

“Kami minta warga jika keluar rumah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan,” katanya.

Ia mengatakan, terjadi kenaikan kasus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lebak. Berdasarkan data Jumat (18/6/2021) tercatat sebanyak 3.818 orang. Sebanyak 3.640 orang dinyatakan sembuh, 287 orang menjalani isolasi dan perawatan medis serta 71 orang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara laporan COVID-19 pada Rabu (16/6/2021) tercatat 3.774 orang dan 3.460 orang dilaporkan sembuh, 244 orang menjalani isolasi dan perawatan medis dan 70 orang meninggal dunia.

“Dengan meningkatnya kasus corona, Lebak masuk zona oranye, ” katanya.

Ia mengatakan, penyebaran virus corona di Kabupaten Lebak akibat klaster keluarga, usai berwisata mengisi libur Lebaran. Kemungkinan mereka saat mendatangi lokasi wisata tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Kami akan mengoptimalkan pelacakan dan skrining secara masif dan vaksinasi untuk pengendalian COVID-19, ” tandasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.