Dakwah di Televisi Bermain Peran  Era Pendidikan Milenial

  • Whatsapp
dakwah, peran, pendidikan, milenial

Oleh Dr. Zulkifli, MA

Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Tangerang

Bacaan Lainnya

Proses perbaikan diri terkadang bisa dari orang lain, artinya dengan melihat dan terketuk hati untuk berubah. Nabi pernah bersabda yang artinya sampaikan olehmu walaupun satu ayat, ketika kita fahami maksudnya kita memberikan keteladanan kepada orang lain dengan apa yang kita bisa, berdakwah langsung dihadapan orang banyak tidak semua orang bisa, maka dengan jalan pelajaran, argumentasi yang masuk akal disertai firman Allah SWT, serta dengan hikmah.

Seandainya kita berkaca bagaimana pendidikan dakwah diera milenial ini tersentuh dan terketuk maka pola nabi memakai manajemen silaturahmi yaitu ajak jangan diejek, rangkul jangan dipukul, pakai argumentasi jangan pakai sentimen pribadi.

Hal inilah cara pendekatan nabi masuk kesemua lini beliau faham betul pendekatan dan lobi kebaikan kepada sesama manusia, anak-anak, remaja bahkan orangtua. Salah satu peran atau aktor terbaik adalah berperan sebagai manusia yang paling baik disisi Allah SWT, kemudian merasa belum kurang pada diri sendiri sehingga akan tumbuh semangat berbuat kebaikan dan menjadi insan yang biasa saja dihadapan orang lain itulah kata-kata bijak mantu dari nabi Muhammad SAW yaitu Ali Bin Abi Thalib.

Sumber Video: SCTV

Dakwah adalah mengajak atau memanggil, menyeru kearah jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT. Pendidikan merupakan proses persiapan untuk generasi muda dalam memindahkan nilai-nilai kebaikan untuk tetap selalu istiqomah. Diera milenial ini semuanya serba instan dan cepat dari mulai anak-anak sampai orarangtua bahkan nenek-nenek dan kakek-kakek tidak mau ketinggalan. Maka diera milenial ini para pemuda dan pemudi harus dikuatkan agamanya, diisi pikirannya dengan ilmu pengetahuan serta dikuatkan rasa empati terhadap sesama. Di serial FTV diatas bagaimana seorang orang dosen berusaha untuk memindahkan nilai-nilai kebaikan berupa kedisiplinan dan ketegasan terhadap mahasiswanya.

Peran dosen tersebut terlihat wibawanya bukan dibuat buat tetapi tampak dengan sendirinya. Sedangkan kalau dilihat kondisi dizaman anak anak milenial lebih identik dengan apa yang dia punya dirumah dan kekayaan orangtua padahal jauh sebelumnya menantu Nabi Muhammad SAW, yang merupakan sosok pemuda telah mencontohkan karakter pemuda yang sesungguhnya.

Maka dia berpesan kepada para pemuda, Sesungguhnya pemuda itu orang yang berani berkata inilah aku, tetapi bukan dia berkata inilah bapakku. Figur atau contoh pemuda milenial sekarang ini harus ada dia mau belajar, punya impian, memiliki kreatifitas dan pemuda harus punya kepercayaan diri sendiri.

Belajar dari pengalaman terdahulu dalam berakting serta memiliki kepercayaan diri alhamdulillah penulis bisa mencoba berbagai macam peran istilah zaman sekarang punya multitalenta.

Semoga dakwah pendidikan era milenial bisa dilakukan dengan berbagai macam peran dan semampu kita dalam menebar kebaikan. Wallahu a’alam bishawab.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.