Curug Bantahan Jadi Destinasi Wisata Dadakan Warga Lebak

  • Whatsapp
curug bantahan lebak
Sejumlah warga bermain air di Curug Bantahan, Desa Cidadap, Kecamatan Curugbitung, Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Air terjun Bantahan atau yang sering disebut dengan Curug Bantahan di Desa Cidadap, Kecamatan Curugbitung,  Kabupaten Lebak, Banten, belakangan ini mendadak viral.

Media sosial (Medsos)  akhir-akhir ini diramaikan postingan foto-foto maupun vidio yang memperlihatkan ramainya warga mengunjungi curug tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Cidadap, Lomri membenarkan,  curug yang berada di desanya itu dalam sepekan terakhir telah menjadi objek wisata dadakan bagi warga lokal.  Puluhan orang mengunjungi curug itu setiap harinya.

“Curug ini sudah lama ada,  tapi baru viral  minggu-minggu  ini, ” ujarnya ketika dihubungi  Redaksi24.com melalui telepon  selulernya,  Minggu (21/6/2020).

Ia menuturkan,  curug bantahan sendiri memiliki memiliki  potensi  lokal untuk dijadikan objek wisata baru di Kabupaten  Lebak.  Hal tersebut mengingat lokasi curug yang mudah diakses,  dengan hanya berjarak  18 Kilometer (Km)  dari pusat kota Rangkasbitung.

Terlebih,  curug yang terbentuk dari aliran Sungai Cibereum itu, memiliki diameter kurang lebih 30 meter dengan ketinggan air hanya sekitar 4 meter, ditambah kolam yang tidak dalam sehingga aman dijadikan tempat bermain.

Selain itu, pepohonan rindang yang berada di kawasan curug tersebut menunjang untuk menjadi kawasan wisata alam. Lomri mengaku akan berkoordinasi  dengan pihak terkait untuk mengelola Curug  Bantahan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Lebak.

“Bila dikelola dengan baik, curug ini juga bisa meningkatkan  perekonomian warga sekitar. Sekarang masih belum bisa dikelola karena wabah corona. Ke depan akan kami kembangkan menjadi destinasi wisata  yang bisa meningkatkan  perkonomian warga, ” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 0303 Maja, Kapten Arm Mohamad Basori mengaku pihaknya mendukung wacana Curug Bantahan menjadi destinasi wisata baru di Lebak. Pihaknya telah memberdayakan warga sekitar untuk mengelola keamanan di kawasan curug itu.

“Memberdayakan warga untuk menjaga kendaraan  para wisatawan,  dan menempatkan penjaga di lokasi curug, agar menjadi destinasi wisata yang aman bagi wisatawan,” tandasnya.(Yusuf/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.