CPNS Pandeglang Didominasi Tenaga Teknis, Guru dan Medis Gigit Jari

  • Whatsapp
bkd pandeglang
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Fahmi Ali Suminta.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi Kabupaten Pandeglang, Banten tahun ini sangat minim. Bahkan CPNS tahun 2019 didominasi tenaga teknis. Sehingga untuk tenaga pengajar atau guru dan tenaga medis terpaksa harus bersaing lebih ketat, bahkan bisa gigit jari.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Fahmi Ali Suminta mengatakan, pembukaan seleksi CPNS tahun 2019 untuk gelombang kedua, berjumlah 54 orang dengan formasi tenaga teknis.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk formasi pendidikan dan kesehatan tidak ada, karena usulan yang disampaikan BKD Kabupaten Pandeglang tidak disetujui Kemenpan RB. Dia mengaku sudah mengusulkan formasi CPNS untuk tenaga guru.

“Kami mengusulkan tambahan tenaga pengajr untuk guru SD dan SMP, tapi verifikasi di Kemenpan RB tidak disetujui, hanya untuk teknis saja,” ungkap Fahmi saat ditemui di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (13/11/2019).

BACA JUGA:

. Berkeliaran Saat Jam Kerja, Belasan ASN Pandeglang Terjaring Razia

. Pendaftaran CPNS Dibuka Serentak November 2019

. Kepala BKD Banten Terancam Disomasi Pegawai Non PNS

Dijelaskannya, pencoretan usulan formasi guru dan tenaga kesehatan, lantaran saat seleksi CPNS periode sebelumnya, Pandeglang sudah mendapat banyak formasi untuk tenaga pengajar dan kesehatan, sehingga tahun ini hanya untuk teknis saja.

“Selain itu, yang 54 juga usulannya 60. Tapi kuotanya hanya 54 dan 6 lagi tidak masuk,” katanya.

Lanjut Fahmi, selain CPNS juga ditambah dengan kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Akan tetapi, kata Fahmi, kemungkinan formasi untuk bidang pendidikan dan kesehatan akan muncul pada pembukaan seleksi P3K.

“Kemungkinan untuk guru dan tenaga kesehatan ada di P3K, sepertinya banyak untuk guru dan kesehatan. Soalnya, tahun ini kami mengajukan komposisi seleksi untuk pegawai pemerintah sebanyak 200 formasi, dengan rincian 30 persen dari P3K dan 70 persen CPNS,” ujarnya.

Adapun pendaftaran seleksi CPNS kali ini, lanjut Fahmi, akan berakhir pada 24 Nopember nanti. Meski begitu, pihaknya merasa bersyukur kuota CPNS tersebut telah mengkomodir untuk semua instansi.

“Jadi meskipun tenaga teknis, tapi di semua instansi terakomodir,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.