Covid-19 Tembus 60 Kasus, Pandeglang Aktifkan Lagi Cek Poin di Tiga Perbatasan

  • Whatsapp
covid-19 pandeglang
ilustrasi -c Kasus Covid-19

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, selain menindaklanjuti instruksi Gubernur Banten, juga karena covid-19 di Pandeglang tembus 60 kasus. Namun PSBB di Pandeglang tidak diterapkan secara total.

Diketahui dari data yang dihimpun dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tercatat pada Minggu (13/9/2020), dari 60 kasus Covid itu, 32 orang dinyatalan sembuh, 25 orang menjalani isolasi  dan 3 orang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Begitu juga kasus kontak erat (KKE) mencapai 411 orang terdiri dari selesai dikarantina 319 orang dan masih dikarantina 92 orang. Adapun untuk kasus suspek (KS) mencapai 1054, terdiri dari sesesai dirawat 1013 orang, 16 orang masih isolasi, 25 orang meninggal. Dan kasus probable (KP) 2 orang terdiri dari 2 orang meninggal.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pandeglang, yang juga Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, Pemda Pandeglang tidak menerapkan PSBB seperti Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Banten. Namun, kata Irna, Pandeglang hanya menerapkan prinsip-prinsip dalam PSBB tersebut.

“Pemkab Pandeglang tidak menerapkan PSBB secara total. Tapi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Pandeglang, maka prinsip-prinsip yang tertuang dalam PSBB kami terapkan,” ungkapnya, Minggu (13/9/2020).

BACA JUGA: Mulai 26 September, Irna-Tanto Tak Lagi Jabat Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang

Dijelaskannya, walau menerapkan prinsip-prinsip PSBB, secara operasional pihaknya tidak membuatkan keputusan bupati terkait PSBB tersebut. Sebab, mekanismenya harus ada izin dari Menteri Kesehatan (Menkes).

Lanjut Irna, adapun prinsip-prinsip PSBB yang bakal diterapkan di Pandeglang mulai diberlakuan besok (Senin). Seperti filterisasi atau cek poin di tiga pintu masuk atau perbatasan Pandeglang-Serang, Lebak, Anyer.

“Jadi  akan ada lagi cek poin. Disitulah nanti kami perketat penjagaan, karena dulu juga pas awal-awal sangat efektif dan mampu memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Diharapkannya, seluruh elemen masyarakat agar besama memerangi covid-19 dengan prilaku menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya berharap semua kembali menggalakan kebiasaan cuci tangan, jaga jarak, memakai masker dan lainnya sesuai protokol kesehatan,” harapnya.

Hal sama dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Tanto Warsono Arban, Pemda Pandeglang sedang fokus menerapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19.

Ditegaskannya, baik pejabat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Pandeglang, jika melanggar protokol kesehatan bakal kena sanksi sosial dan administrative sesuai Perbup.

“Sanksi berupa push up, bersihkan selokan dan sebagainya. Tapi bagi pelaku usaha atau perusahaan diberi sanksi penutupan sementara kegiatan usahanya jika melanggar protokol kesehatan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.