Covid-19 Mengakibatkan Ribuan Wanita di Tangsel Menjanda, Penyebabnya Tekanan Ekonomi

  • Whatsapp
Perceraian
Ilustrasi: jumlah perceraian meningkat.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Jumlah wanita menjada di Kota Tangerang Selatan terus bertambah, seiring dengan tingginya angka perceraian selama pandemi Covid-19.

Pada Kantor Pengadilan Agama Tigaraksa Tangerang tercatat, ada 1.978 perkara perceraian terhitung sejak Januari-Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa Tangerang Sodikin mengatakan, angka perceraian selama pandemi Covid-19 melonjak pada Juni 2020 lalu yakni sebesar 451 perkara.

“Faktor utamanya karena ekonomi, lantaran para suami tidak ada pekerjaan tetap. Selebihnya karena permasalah akibat media sosial,” kata Sodikin pada Senin (14/9/2020).

BACA JUGA: Sebulan 1.006 Perkara Perceraian Saat Masa Pandemi COVID-19

Senada, dikatakan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak. Ia menyebut, tingginya angka perceraian yang menimbulkan ribuan wanita menjanda itu disebabkan tiga faktor, yakni, faktor ekonomi, faktor agama dan faktor ketahanan keluarga yang lebih dalam menghadapi permasalahan kehidupan rumah tangga.

“Tapi faktor yang paling berpengaruh adalah ekonomi. Terlebih di tengah wabah pandemi Covid-19 ini ekonomi sedang sulit. Selain itu, ketahanan keluarga yang lemah. Lemah keimanan dan ketakwaan,” kata Rojak, Senin (14/9/2020).

BACA JUGA: Gara-Gara Cerai Dengan Istri, Pilot Garuda Indonesia Tidak Bisa Terbang

Rojak menyebut, tingginya perceraian di tengah pandemi Covid-19 juga karena benteng agamanya yang lemah. “Para suami istri yang bercerai ini bisa juga karena tidak kuat iman. Artinya melihat sebuah musibah ini benteng pertahanannya kurang kuat dan gampang menyerah. Melihat suaminya enggak gajian karena di PHK, kemudian timbul konflik di rumah tangga akhirnya bercerai,” ungkap Rojak.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah wanita menjanda akan terus bertambah jika Covid-19 tak kunjung usai. (wvyh/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.