COVID-19 Kembali Mengganas, Dindik Kabupaten Tangerang Stop PTM

oleh -
COVID-19 Kembali Mengganas, Dindik Kabupaten Tangerang Stop PTM kabuoaten tangerang
Penghentian PTM yang diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring ditetapkan melalui surat edaran (SE) Dindik Kabupaten Tangerang nomor 420/515-Disdik/2022.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten,  melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik), telah menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk seluruh sekolah tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta yang ada di daerah seribu industri tersebut.

Penghentian PTM yang diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring ditetapkan melalui surat edaran (SE) Dindik Kabupaten Tangerang nomor 420/515-Disdik/2022. Penerapan PJJ sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Saifullah mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi satuan tugas (Satgas) COVID-19, sampai 4 Februari 2022 kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang terus bertambah.

“Atas arahan Satgas COVID-19 pembelajaran tatap muka di sekolah negeri maupun swasta sementara dihentikan dan kembali melaksanakan proses pembelajaran secara online atau daring,” kata Saifullah, Sabtu (5/2/2022).

BACA JUGA: COVID-19 di Kabupaten Tangerang Mengganas Lagi, Siswa SMA/SMK Belajar Jarak Jauh Lagi

PJJ, kata Saifullah, mulai berlaku pada Senin 7 Februari 2022 sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang. Kadindik juga meminta setiap satuan pendidikan melaksanakan vaksinasi bagi guru dan siswa selama menjalankan PJJ.

Kemudian melaksanakan sterilisasi atau penyemprotan desinfektan di setiap ruangan sekolah, meningkatkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan bagi guru dan tenaga pendidikan dan selalu memantau kondisi kesehatan peserta didik.

Secara terpisah, juru bicara Satgas COVID-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Dr Hendra Tarmizi menuturkan, kasus positif COVID-19 di Kabupaten Tangerang yang saat ini meningkat umumnya dari kluster keluarga.

Berdasarkan data dari situs resmi https://covid19.tangerangkab.go.id, hingga Sabtu 5 Februari 2022, kasus konfirmasi dirawat jumlahnya 46 kasus dan konfirmasi isolasi sebanyak 847 kasus.

Sementara kasus tertinggi sebaran virus COVID-19 didominasi di Kecamatan Kelapa Dua dengan jumlah 239 kasus COVID-19, menyusul Kecamatan Cikupa dengan 73 kasus, dan Panongan dengan 68 kasus.

Tempat keempat Kecamatan Rajeg dengan 65 kasus, Kecamatan Cisauk sebanyak 64 kasus serta 63 kasus positif COVID-19 terjadi di Kecamatan Curug.(Burhan/Difa)