Covid-19 di Lebak Terus Bertambah, Terminal Mandala di Lockdown

oleh -
Lockdown
Suana Terminal Mandala Lebak yang di lockdown.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten memberlakukan lockdown atau penutupan sementara operasional Terminal Mandala yang berada di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. 

Lockdown tersebut diberlakukan karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa pekan ini di Kabupaten Lebak, Banten terus bertambah.

Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator  Terminal Mandala Muksin. Katanya, dengan lockdown yang telah berlangsung sejak 29 Agustus 2020, seluruh operasional Bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Mandala dihentikan. Pihaknya juga melarang untuk Bus AKAP yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Lebak singgah di Terminal Mandala.

“Operasional bus AKAP baik yang keluar dan masuk di Terminal Mandala di stop sementara,” kata Muksin ketika dikonfirmasi Redaksi24.com, Selasa (2/9/2020).

Kata Muksin, penghentian operasional tersebut akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan, atau hingga Kabupaten Lebak kembali ke zona orange atau kuning penyebaran Covid-19. 

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Lebak Meningkat Tajam, Iti Sebut 14 Diantaranya Berasal Dari Klaster Keluarga

Ia mengungkapkan, sebelum ditutupnya oprasional, terdapat 70 armada Bus AKAP yang menghubungkan daerah Kabupaten Lebak dengan daerah lainnya seperti Jakarta, Bogor dan Bandung yang beroprasi setiap harinya. Namun, karena kondisi penyebaran Covid-19 yang saat ini jumlah kasusnya terus meningkat pesat, pihaknya hanya mengizinkan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan trayek masih di wilayah Kabupaten Lebak. 

“Yang beroprasi hanya AKDP itu juga untuk trayek di dalam Kabupaten Lebak seperti Cikotok-Bayah. Damri juga termasuk yang dihentikan operasionalnya. AKAP baru akan kembali beroprasi hingga  kasus penyebaran Covid-19 menurun,” ungkap Muksin. 

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengimbau bagi warga Lebak yang ingin menggunakan moda transportasi AKDP untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti apa yang diatur, yakni menjaga jarak, dan memakai masker.

BACA JUGA: Lebak Waspadai Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19

“Kita juga telah atur bahwa dalam satu bus hanya bisa diisi setengah penumpang saja. Dan para penumpang juga diwajibkan memakai masker,” pungkasnya.

Dilansir dari website resmi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lebak, siagacovid19.lebakkab.go.id, hingga Selasa (2/9/2020) ini total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lebak mencapai 55 orang dengan rincian 26 orang sembuh, 27 diisolasi dan 2 orang meninggal dunia. (Yusuf/Aan)