COVID-19 Berbahaya Karena Penyebarannya Cepat, Tapi Bukan Penyakit Mematikan

oleh -
Ilistrasi: COVID-19- (ist).

PADANG, REDAKSI24.COM– Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas Padang, Andani Eka Putra mengatakan COVID-19 memang berbahaya, tetapi bukan penyakit yang mematikan.

“Tingkat kematian COVID-19 hanya dua persen, yang berbahaya adalah penyebaran yang cepat, sehingga bisa menyerang banyak orang,” katanya saat sosialisasi COVID-19 di Padang Aro, Sabtu.(10/7/2021).

Dia mengatakan TBC jauh lebih berbahaya atau mematikan dibandingkan COVID-19, yaitu mencapai lima persen, tetapi penyebaran COVID-19 lebih berbahaya karena sangat cepat.

Ia mengatakan dengan tingkat kematian dua persen, kalau yang terkena 100 orang, maka dua meninggal, tetapi dengan penyebaran cepat, dan kalau positif dua juta, 60 ribu orang yang meninggal.

BACA JUGA: Seorang Ibu Yang Positif COVID-19 Boleh Susui Bayinya

Menurut dia, yang paling menderita akibat pandemi COVID-19 ini adalah masyarakat karena ekonomi tidak bergerak. Oleh sebab itu, masyarakat harus beriringan dengan COVID-19 agar ekonomi bisa tetap tumbuh dan masyarakat tidak menderita.

“Jangan sampai karena pandemi masyarakat tidak makan dan yang paling efektif dalam membantu masyarakat adalah memberdayakan IKM,” ujarnya.

Dia menjelaskan pandemi akan selesai apabila masyarakat paham dengan COVID-19, yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan. Oleh sebab itu, upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dengan cara patuhi protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi.

BACA JUGA: Pandemi COVID-19 Berkepanjangan Bisa Menimbulkan “Keletihan Sosial”

Dia menambahkan kasus COVID-19 Sumbar naik saat sudah mencapai 28 persen dan 85 persen diantaranya COVID delta.

Sekarang testing COVID-19 di Sumbar sudah kembali naik, yang sebelumnya hanya 2.500 sehari sekarang sudah di atas 3 ribu.

Sementara itu Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan dalam pekan depan minimal 20 ribu orang sudah diberikan vaksin COVID-19. “Saya minta wali nagari dan camat memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya target 20 ribu vaksin dalam sepekan ini tercapai,” ujarnya.(Mario/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.