Covid-19 Belum Berakhir, Wisata Kuliner Teluk Pandeglang Mulai Buka Lagi

  • Whatsapp
kuliner pandeglang
Kawasan wisata kuliner Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, mulai buka lagi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Objek wisata kuliner di Pantai Batako Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten dibuka kembali. Padahal pandemi covid-19 belum dinyatakan berakhir, akan tetapi wisata kuliner tersebut mulai beroperasi.

Sebelumnya, semua objek wisata di Pandeglang telah ditutup pemerintah, termasuk kawasan wisata kuliner Teluk, Labuan. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19 melalui jalur pariwisata.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com pada Senin (25/5/2020) malam, kawasan wisata kuliner Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang nampak dipadati pengunjung. Sedikitnya, ada sekitan 200 lebih kendaraan pengunjung, baik roda dua maupun roda empat berjejer di parkir kawasan wisata tersebut.

Di lokasi itupun tidak menerapkan protokol kesehatan covid-19. Tidak terlihat juga petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengunjung. Ditemui di lokasi, salah seorang pedagang ikan bakar, Otoy mengaku, baru malam ini objek wisata kuliner Teluk dibuka lagi.

Sebelumnya, sejak ada wabah covid-19 telah ditutup, hingga pelaku usaha kuliner yang biasa beraktivitas di kawasan wisata Kuliner Batako lumpuh total.

“Sikap pemerintahnya ini tidak konsisten dalam mengeluarkan kebijakan. Sebelumnya objek wisata akan dibuka lagi, tapi selang beberapa hari rencana pembukaan destinasi wisata dibatalkan, jadi membuat bingung pelaku usahan dan pengelola wisata,” ungkapnya.

Lanjut Otoy, selama tiga bulan terakhir sejak dinyatakanya objek wisata ditutup, pelaku usaha kuliner tidak bisa melakukan aktivitas, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Tapi sekarang ini, aktivitas pelaku usaha kuliner mulai berjalan lagi, meskipun belum maksimal.

“Kasihan juga pelaku usaha kuliner, selama tiga bulan kami tidak bisa beraktivitas dan tidak bisa mendapatkan penghasilan. Maka dengan dibukanya wisata ini, usaha kami mulai hidup lagi,” katanya.

Sementara, seorang juru parkir wisata Kuliner Batako Teluk, Manjun mengaku, sejauh ini belum ada keputusan yang jelas dari pemerintah terkait dibukanya objek wisata. Namun wisata Kuliner Batako ini juga sebetulnya tidak dibuka secara normal, dan ditutup total juga tidak.

“Ini hanya hiburan saja pasca Lebaran Idul Fitri. Karena pada dasarnya objek wisata ini tidak dibuka secara optimal, karena belum ada keputusan dari pemerintah. Tapi pengunjung yang masuk ke kawasan itu tidak dilarang pula,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada instruksi dari pihak Desa Teluk, kalau objek wisata kuliner Batako itu dibuka. Manjun mengaku tidak ada, tapi pihak desa juga tidak melarang adanya aktivitas di kawasan objek wisata ini.

“Tidak ada perintah untuk dibuka dari desa, dan juga tidak ada larangan adanya aktivitas di wisata kuliner ini. Karena mungkin belum ada keputusan yang jelas dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Dikatakannya, meskipun sekarang ini pengunjung cukup banyak, tapi tidak dikenakan biaya masuk. Karena karcis masuk kawasan wisata tidak digunakan. Sebab kata dia, belum ada keputusan yang jelas dari pemerintah terkait dibukanya objek wisata.

“Kami tidak memberlakukan karcis. Jadi para pengunjung tidak dikenakan biaya masuk kawasan wisata kuliner maupun parkir kendaraan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.