Covid-19 Belum Berakhir, Dindikbud Banten Siapkan Dua Skema Pembelajaran

  • Whatsapp
dindikbud banten
Pelaksana Tugas (Plt) Dindikbud Banten,, Muhammad Yusuf.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dindikbud Banten menyiapkan dua skema sistem pembelajaran dalam menghadapi masa transisi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya.

Skema pertama, jika dilakukan perpanjangan PSBB, maka skema Belajar Dari Rumah (BDR) juga diperpanjang selama 15 hari ke depan. Hal itu sebagaimana Surat Edaran (SE) Dindikbud Banten nomor 800/1224-Dindikbud/2020. Dalam surat tersebut disebutkan proses BDR untuk tingkat SMA/SMK/ SKh negeri diperpanjang hingga  15 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Adapun untuk pelaksanaan penilaian akhir tahun untuk kenaikan kelas sesuai dengan kalender akademik dapat dilaksanakan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Pengawas dan kepala satuan pelaksana pendidikan SMA/SMK/SKh melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan pada Satuan Pendidikan yang menjadi binaannya serta melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Cabang Dinas masing-masing wilayah kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Dindikbud Banten, Muhammad Yusuf mengatakan, jika pun nanti kebijakan yang digunakan new normal, maka pihaknya sudah menyiapkan skema pembelajaran dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.

“Agar tidak terlalu penuh dalam satu kelas, metode yang kami gunakan adalah sistem belajar shift. Setiap kelas bisa dibagi menjadi tiga shift,” katanya, Jumat (30/5/2020).

Yusuf menambahkan, sebagaimana kebijakan, setiap kelas maksimal diisi 36 siswa. Jika dibagi menjadi tiga shift, setiap shift akan diisi 12 siswa. Shift satu, belajar di ruang kelas seperti biasa. Shift dua juga demikian, namun waktunya siang hari. Sedangkan untuk shif tiga, belajar melalui media daring seperti yang sekarang dilakukan.

“Metode ini sudah kami bahas dan matangkan bersama, jika kemungkinan new normal diberlakukan,” tambahnya.

Untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, setiap berjenjang akan dilakukan evaluasi bagaimana penerapan di lapangan. Hal-hal yang masih banyak kekurangannya dievaluasi agar lebih baik, sedangkan yang sudah berjalan dengan baik dipertahankan.

“Sama halnya dengan PPDB online tahun ini, apa-apa yang menjadi kekurangan pada tahun lalu kami lakukan evaluasi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendropa mengatakan, harus banyak media yang dipersiapkan agar dalam pelaksanaannya bisa maksimal.

Jangan sampai seperti metode belajar di rumah yang selama ini diterapkan, yang hanya menggunakan sebuah group di media sosial, padahal rekomendasi dari Dindikbud sudah jelas pelaksanaannya seperti apa.

“Untuk itu saya minta Dindikbud mematangkan konsep ini,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.