Coklit Data Pemilih, KPU Pandeglang Kerahkan 2.242 Petugas PDP

  • Whatsapp
Coklit data pemilih pandeglang
Petugas PDP melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilih untuk Pilkada PAndeglang 2020.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – KPU Pandeglang, mulai melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilkada serentak 2020. Tahapan itu sesuai Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Peraguran KPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, mulai hari ini (Rabu) pihaknya melakukan Coklit data pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang tahun 2020. Kegiatan itu, kata dia, akan dilangsungkan hingga tanggal 13 Agustus nanti.

Bacaan Lainnya

“Coklit ini dilakukan dengan cara door to door, dengan sebaran di 326 desa, 13 kelurahan di 35 kecamatan di Pandeglang,” ungkapnya, Rabu (15/7/2020).

Dalam kegiatan Coklit, kata Sujai, pihaknya menerjunkan sebanyak 2.242 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP ) sesuai dengan jumlah TPS yang ada. Menurutnya, sesuai dengan PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Serentak lanjutan dalam Kondisi bencana Non Alam (Covid-19), diselenggarakan menggunakan prinsip kesehatan dan keselamatan serta berpedoman pada protokol kesehatan, pencegahan dan pengendalian Covid 19.

BACA JUGA: Polisi Buru Panitia Santunan yang Menelantarkan Ribuan Anak Yatim di Labuan Pandeglang

“Ini perlu diketahui masyarakat Pandeglang, petugas PDP yang akan datang ke rumah-rumah warga sudah menggunakan APD (masker, pelindung wajah, dan sarung tangan) serta dilengkapi dengan tanda pengenal,” ujarnya.

Ketua Divisi Program Data KPU Pandeglang, A Munawar mengatakan, dalam kegiatan coklit data pemilih tersebut, tentunya masyarakat diminta untuk memberikan informasi yang benar, dengan cara menyiapkan KTP-elektronik atau Suket yang dikeluarkan dinas kependudukan dan pencatatan sipil serta kartu keluarga.

“Karena prinsip dan prasyarat pemilihan yang demokratis adalah warga yang terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi. Jaminan pendaftaran pemilih tanpa diskriminasi termasuk akses pemilih untuk terdaftar dan mengetahui data pemilih secara mudah,” tuturnya.

BACA JUGA: Meski Pandemi Covid-19, KPU Pandeglang Tidak Khawatir Partisipasi Pemilih Turun

Ditambahkannya, termasuk untuk memeperbaiki data diri bila terdapat kekeliruan atau perubahan elemen data. Maka dari itu, tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada 2020.

“Pemutakhiran data penyusunan daftar pemilih menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, kebutuhan logistik, angka partisipasi, dan lain sebaginya,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.