China Larang Warga Tanpa Vaksin COVID-19 Berada di Pusat Keramaian

oleh -
China Larang Warga Tanpa Vaksin COVID-19 Pusat Keramaian negeri tirai bambu suntikan vaksin
Para wisudawan, termasuk mahasiswa yang tahun lalu tidak dapat hadir karena pandemi COVID-19 menghadiri upacara wisuda di Central China Normal University, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Sabtu (13/6/2021). Gambar diambil 13 Juni 2021. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/rwa.

BEIJING CHINA, REDAKSI24.COM – Vaksin COVID-19 rupanya sudah menjadi syarat penting bagi warga China untuk bisa beraktivitas. Terlebih beberapa kota di negeri tirai bambu itu mulai memberlakukan larangan bagi warga yang tidak pernah mendapatkan suntikan vaksin untuk melakukan aktivitas di pusat-pusat keramaian.

Kota Hancheng, Provinsi Shaanxi, misalnya, tidak mengizinkan warga tanpa vaksin memasuki pasar, swalayan, hotel, restoran, kendaraan umum, pertunjukan seni, dan instansi pemerintahan.

Kebijakan tersebut diumumkan sejak Selasa (13/7/2021) dan mulai berlaku efektif di seluruh wilayah kota itu pada Kamis (15/7/2021). Orang-orang yang bisa menunjukkan sertifikat vaksin tidak termasuk dalam larangan tersebut.

Sejumlah media China memberitakan, kebijakan itu diambil karena setiap kasus positif COVID-19 selalu ada yang dari kasus tanpa gejala atau OTG.

Kebijakan yang sama diambil Pemerintah Kabupaten Feixian, Provinsi Shandong. Warga tanpa vaksin dilarang berkeliaran di tempat-tempat keramaian mulai Rabu (14/7/2021).

BACA JUGA: China Dukung WTO Tentang Penghapusan Paten Vaksin COVID-19

Distrik Deyang di Provinsi Sichuan melarang orang tanpa vaksin memasuki areal sekolah, perpustakaan, dan klinik kesehatan per 17 Juli.

Beberapa distrik di Provinsi Zhejiang dan Provinsi Jiangsu juga mengeluarkan kebijakan serupa pada bulan ini.

Sementara itu, larangan orang tanpa vaksin memasuki sekolah di Kota Guiping dan Kota Pingliu, Daerah Otonomi Guangxi, menuai protes dari kalangan orang tua murid. Dua pemerintah kota itu mengeluarkan surat edaran yang mendorong warga yang sehat secara fisik untuk segera mendatangi pusat-pusat vaksin.

“Silakan vaksin secepatnya, jika tidak, anak anda tidak bisa masuk sekolah,” demikian surat pemberitahuan yang diedarkan otoritas kota itu.

Salah satu sekolah dasar di Kota Guiping menerapkan kebijakan itu kepada kalangan orang tua siswa sebelum semester baru pada Agustus dimulai.

China kian gencar menggelar vaksinasi massal setelah ada beberapa warga lokal yang terpapar COVID-19 varian Delta.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.