Check Point Ditiadakan, Dishub Tangsel Bentuk 14 Posko Pengamanan di Tempat Keramaian

  • Whatsapp
Kepala Dishub Tangsel, Purnama Wijaya.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan 14 titik posko bersama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III.

Kepala Dishub Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, posko kali ini berbeda dengan posko check point PSBB sebelumnya. “Posko-posko pemeriksaan yang ada di ruas jalan sudah ditarik dan akan dialihkan ke sejumlah tempat yang dianggap jadi pusat keramaian dan ada 14 titik,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (3/6/2020).

Bacaan Lainnya

Purnama menerangkan, pengalihan posko pengamanan menjadi posko bersama itu dalam rangka menuju era new normal pandemi Covid-19.

“Ada 14 titik yang sudah direncanakan, yakni di lima stasiun kereta api, lima pasar, dua terminal, yakni Pondok Cabe dan BSD, serta dua pool bus, yakni pool bus Kramatjati dan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD),” terangnya.

Saat ini, lanjut Purnama, pembentukan posko bersama dalam tahap koordinasi dengan instansi terkait seperti Satpol-PP, TNI, dan Polri untuk mematangkan persiapan pengawasan.

“Sistemnya mungkin akan sama seperti di check point. Kemanapun masyarakat harus pakai masker, jaga jarak, dan pihak mal atau tempat lainnya wajib menyediakan hand sanitizer dan pemeriksa suhu tubuh,” pungkas Purnama.

Sebelumnya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, posko bersama yang dibentuk juga untuk mengantisipasi arus balik pemudik.

“Setelah lebaran pasti akan ada arus balik pemudik, kita enggak tahu ada berapa orang yang datang ke Tangsel. Bahkan mungkin sebagian sudah ada yang melakukanya lebih dulu. Inilah yang perlu kita antisipasi,” katanya.

Sedangkan untuk para pemudik dari luar Jabodetabek dan Banten yang sudah terlanjur datang ke Tangsel, akan didata oleh gugus tugas RT, RW di setiap kelurahan dan kecamatan.

“Aktivasi pendatang ini akan dilakukan oleh RT, RW yang memang sudah dilakukan rutin oleh mereka. Mereka akan didata untuk menunjukkan surat izin keluar masuk dan mungkin dilakukan rapid test. Jika memang hasilnya menunjukkan gejala Covid-19, maka akan dilakukan karantina mandiri atau di rumah relawan Covid-19,” tutupnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.