Cegah Penyebaran Covid-19 Semua Lokasi Wisata di Lebak Diharap Tutup

  • Whatsapp
Wisatawan
Suasana pantai di Lebak di penuhi para wisatawan- (Ant).

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM- Guna mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten diminta untuk menutup semua lokasi wisata yang ada di daerah tersebut. Pasalnya petugas dan pengelola wisata itu kesulitan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan para wisatawan

” Kami harap lokasi wisata di Lebak tutup sementata untuk mencegah merebaknya Covid-19,” kata Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Dian Wahyudi di Lebak, Banten, Jumat (25/9/2020).

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan, karena para wisatawan tersebut berkumpul dan berkerumun, sehingga berpotensi terjadi penyebaran Covid-19. Selain itu juga ditemukan wisatawan yang tidak taat protokol kesehatan dengan tidak memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Karenanya, kata dia, semua lokasi wisata harus ditutup untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19. “Kami minta semua lokasi wisata bisa ditutup guna melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19,” katanya.

BACA JUGA: Astaga, Meski Covid-19 Terus Bertambah Pemkab Lebak Belum Memiliki Karantina

Apalagi, katanya, saat ini trennya kasus penyebaran Covid-19 di Lebak cenderung  meningkat, bahkan dipetakan lebak masuk zona merah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pasien yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 sampai Kamis (24/9/2020) sebanyak 156 orang dan 62 orang dinyatakan sembuh, 89 orang menjalani isolasi dan lima dilaporkan meninggal dunia.

Sedangkan, ujar dia, jumlah pasien COVID-19 pada Rabu (23/9/2020) berjumlah 156 orang itu di antaranya 55 orang dinyatakan sembuh dan 96 orang menjalani isolasi.

Meningkatnya kasus Covid-19, kata dia, akibat adanya kerumunan dan keramaian yang sulit diantisipasi, seperti lokasi wisata pantai, wisata pemandian air panas dan lainnya juga ada yang melanggar protokol kesehatan.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lebak telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Perbup itu, kata dia, untuk pencegahan COVID-19 sangat tepat dengan diterapkan sanksi denda Rp150 ribu dan pelaku usaha Rp25 juta.

“Kami mendukung perbup itu untuk melindungi warga dari ancaman penyakit yang mematikan,” ujarnya menjelaskan.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Lebak Meningkat Tajam, Iti Sebut 14 Diantaranya Berasal Dari Klaster Keluarga

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahyadin mengatakan pihaknya kini menunggu keputusan dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Lebak untuk menutup kegiatan wisata.

Penutupan wisata harus ada rekomendasi dari Satgas COVID-19 sebagai dasar acuan pemerintah daerah. “Kami akan menutup lokasi wisata jika ada keputusan dari Satgas COVID-19,” ujarnya. (Mansyur suryana/Ant/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.