Cegah Penyebaran Covid-19, Commuters di Stasiun Rangkasbitung Wajib Pakai KMT

  • Whatsapp
Stasiun Rangkasbitung.

KABUPATEN LEBAK,  REDAKSI24.COM – Layanan transportasi  Kereta Rel Listrik  (KRL)  atau yang sering disebut Commuters wajib menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan uang elektronik atau bank, saat ingin berpergian menggunakan moda KRL di Stasiun Rangkasbitung. 

Kewajiban penggunaan KMT tersebut seiring dengan kebijakan  PT Kereta Commuter Indonesia (PT- KCI)  yang mana sejak Selasa 3 November 2020, stasiun Rangkasbitung hanya memprioritaskan penumpang yang menggunakan KMT, dan uang elektronik  atau bank.  Tidak lagi uang tunai.

Bacaan Lainnya

“Untuk di Stasiun Rangkasbitung mulai Selasa ini tidak lagi melayani pembelian THB (Tiket Harian Berjamin) maupun isi ulang. Penumpang diwajibkan menggunakan KMT (Kartu Multi Trip) maupun kartu elektronik bank.”ucap VC Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, Selasa (3/11/2020).

Menurut Anne, kebijakan tersebut diberlakukan guna mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona lewat transaksi uang tunai yang sering berpindah tangan.

BACA JUGA: Mulai 3 November, Stasiun Rangkasbitung Hanya Layani KMT dan Uang Elektronik

“Selama pandemi ini, saya mengajak pengguna KRL untuk mengurangi transaksi dengan menggunakan uang tunai. Ini upaya PT KCI dalam mengurangi antrian di Stasiun sehingga dapat memaksimalkan upaya jaga jarak.”terang Anne.

Imanudin (40) tahun, salah seorang penumpang Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengaku mendukung upaya PT KCI untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kata Imanudin, tidak disediakanya THB di Stasiun Rangkasbitung sudah tepat karena mengurangi antrian pada saat masuk.

“Kalau pake THB bisa menyebabkan antrian panjang dan berpotensi menularkan virus corona. Belum lagi pada saat jam-jam kerja pasti penumpang padat di depan tiket”tutur Imanudin.(YUSUF/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.