Cegah Covid-19, Puskesmas Cikedal Pandeglang Batasi Pelayanan Kesehatan

  • Whatsapp
puskesmas
Imbauan Puskesmas Cikedal mengenai pembatasan pelayanan kesehatan juga diposting di akun media sosial.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puskesmas Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah membuat himbauan terkait pembatasan pelayanan kesehatan bagi warga. Pembatasan pelayanan kesehatan dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Himbauan yang diposting di media sosial Facebook Puskesmas Cikedal bertuliskan; “Himbauan Kepada Pengunjung Puskesmas, dalam rangka pencegahan penularan covid-19, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak datang ke Puskesmas, kecuali SANGAT MEMBUTUHKAN pelayanan kesehatan, yang tidak MENDESAK bisa DITANGGUHKAN untuk menghindari penularan penyakit”.

Bacaan Lainnya

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Puskesmas Cikedal, Pandeglang, Iwan membenarkan telah membuat imbauan tersebut. Imbauan itu sengaja dibuat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona-19.

“Kami juga masih terus memberikan pelayanan, tapi sifatnya yang urgen. Seperti persalinan, kecelakanan, tapi jika warga hanya mengalami flu biasa cukup diobati di rumah saja,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Lanjut dia, maksud dari dikeluarkannya imbauan tersebut, khawatir ada warga yang  pulang dari daerah zona merah dan terpapar Covid-19. Kondisi itu, menurut dia, lebih beresiko tehradap warga yang berobat ke puskesmas. Karena itu dilakukan pembatasan pelayanan di Puskesmas.

“Itu mah himbauan saja, terkecuali ada pasien yang benar-benar urgen membutuhkan pelayanan baru dilayani,” katanya.

Menurutnya, himbauan tersebut diberlakukan sejak dari dua hari lalu hingga ada penetapan dari pemerintah bahwa situasi dan kondisi sudah kembali normal.

“Selain meminimalisir pelayanan dalam mencegah penyebaran covid-19, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan PHBS, guna sama-sama melakukan pencegahan covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Rumah Warga Desa Cibarani Pandeglang Ludes Terbakar

. ODP Meningkat di Pandeglang, Semoga Tidak Ada yang Positif Covid-19

. Pemkab Pandeglang Pertimbangkan Tutup Akses Transportasi

Selain itu, tambah dia, imbauan tersebut dibuat karena keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan di Puskesmasnya. Sebab jika petugas dalam melayani masyarakat tidak menggunakan APD, khawatir akan beresiko bagi para petugas itu sendiri.

Jika APD lengkap, kata dia, pelayananpun akan lebih maksimal, karena pihaknya lebih aman dan nyaman dalam memberikan pelayanan. “APD minim, karena belum ada bantuan dari pemerintah, kami buat sendiri dengan perlengkapan seadanya,” tuturnya.

Pihaknya juga menyarankan warga Cikedal yang habis bepergian dari daerah lain untuk mengisolasi diri di rumah terlebih dahulu selama 14 hari. “Tapi jika ada warga yang mengalami kejala yang mengarah covid-19, baru kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk pelayanan pemeriksaan screening bagi warga pendatangpun dilayani di luar Puskesmas dengan menggunakan tenda dari BPBD. “Karena jika di dalam Puskesmas, khawatir menganggu pasien yang dirawat. Karena kami tidak tahu apakah warga yang sceening terjangkit covid-19 atau tidak,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.