Cegah Covid-19, Pengunjung Perpustakaan di Pandeglang Dibatasi

  • Whatsapp
perpustakaan
Pengunjung perpustakaan di Pandeglang, harus rela berbagi shift untuk mencegah Covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Selama masa pandemi covid-19, pengunjung Perpustakaan Pandeglang jumlahnya dibatasi. Hal itu sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran wabah covid-19 di Pandeglang.

Mekanisme pembatasan pengunjung perpustakaan yang diterapkan diantaranya dilakukan shift atau jadwal pengunjung dalam setiap harinya. Jumlah pengunjung dalam satu shift sebanyak 10 orang, memggunakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Kepala Perpustakaan Pandeglang, Undang Suhendar mengatakan, sebelumnya pada awal adanya wabah pandemi covid-19, pelayanan perpustakaan ditutup sementara. Tapi sekarang dibuka lagi, dengan sistem pelayanan menerapkan protokol kesehatan.

“Sekarang pelayanan perpustakaan kami buka lagi, dengan catatan penerapan protokol kesehatan. Selain itu pengunjung juga dibatasi,” ungkap Undang saat ditemui di halaman Kantor Perpustakaan Pandeglang, Selasa (9/6/2020).

Selain itu, lanjut Undang, jadwal pengunjung juga dibagi shift, dalam satu hari sebanyak 5 shift dengan jumlah kuota pengunjung sebanyak 50 orang dalam setiap harinya. “Dalam satu shift sebanyak 10 orang pengunjung yang masuk, dengan waktu dalam satu shift itu selama dua jam,” katanya.

Saat ditanya, buku apa saja yang biasa diburu pembaca selama pandemi covid-19. Undang mengaku, rata-rata buku sejarah dan umum, karena mayoritas pengunjung itu pelajar dan mahasiswa.

“Selain itu buku panduan mata pelajaran juga. Adapun ketersediaan buku di Perpustakaan, sejauh ini memadai,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang pengunjung perpustakaan Pandeglang, Nisa mengaku, baru sekarang bisa lagi mengunjungi Perpustakaan. Karena sebelumnya pelayanan ditutup akibat pandemi covid-19.

“Dulu selama beberapa hari pelayanan perpustakaan ini ditutup, tapi sekarang dibuka lagi. Namun pengunjung dibatasi tidak seperti sebelum ada wabah covid-19,” tuturnya.

Saat ditanya buku apa yang saat ini dibacanya. Ia mengaku buku panduan mata pelajaran, karena punya tugas dari kampus. “Buku di kampus terbatas, makanya mencari di perpustakaan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.