Cegah Covid-19, Dua Desa di Pandeglang Perketat Pengawasan Pendatang

  • Whatsapp
desa siaga covid-19
Dua desa di Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang, Banten memberlakukan karantina lokal dengan memperketat pengawasan terhadap pendatang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dalam mencegah penyebaran covid-19, warga Desa Mekarjaya dan Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, memberlakukan karantina lokal dengan cara perketat pintu masuk utama menuju desanya.

Pembatasan sosial dan karantina lokal tersebut dengan cara membuat gerbang pada pintu masuk utama di kedua desa itu. Setiap pengendaran atau pengunjung yang masuk, dilakukan pendataan dan pemeriksaan identitas.

Bacaan Lainnya

Camat Mekarjaya, Pandeglang, Ruslih mengatakan, penerapan pembatasan sosial itu baru dilaksanakan di dua desa. Desa lain di kecamatannya juga akan mengikuti langkah kedua desa tersebut.

Pemberlakukan pembatasan sosial itu dilakukan mengingat banyak warga di kedua desa itu yang pulang kampung alias mudik dari tempatnya bekerja di kawasan Jabodetabek.

“Kedua desa itu sudah menerapkan pembatasan sosial demi mencegah penyebaran covid-19. Jadi setiap warga pendatang atau yang mudik dari Jabodetabek, terpantau. Karena setiap yang akan masuk ke jalur itu dilakukan pendataan dan pemeriksaan,” ungkapnya, Rabu (8/4/2020).

BACA JUGA:

. Bus AKAP Terminal Labuan Batal Dialihkan ke Kadubanen Pandeglang

. Bupati Pandeglang Berharap Ulama Jadi Garda Terdepan Basmi Covid-19

. Antisipasi Dampak Covid-19, Warga Pandeglang Dikasih Sembako

Dikatakannya, pembatasan sosial itu sebagai bentuk kewaspadaan warga terhadap wabah covid-19. Terlebih, kata dia, di Mekarjaya terdapat sebanyak 39 orang dalam pemantauan (ODP) dengan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 sebanyak 2 orang.

“Langkah itu merupakan implementasi lanjutan dari jaga jarak baik sosial maupun fisik, salah satu cara yang dilakukan warga dengan membuat portal tutup buka di kedua desa itu,” ujarnya.

Terpisah, Kasatpol PP Pandeglang, Entus Bhakti mengapresiasi langkah yang dilakukan warga di kedua desa tersebut dalam upaya membasmi covid-19 secara mandiri. Mereka menerapkan sistem pembatasan sosial di desanya tersebut.

“Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri dengan menerapkan protokol kesehatan, warga menyetop pengendara yang berasal dari luar Pandeglang agar desanya aman dari covid-19,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.