Cegah Covid-19, 45 Narapidana Rutan Kelas 1 Tangerang Lakukan Asimilasi di Rumah

  • Whatsapp
Rutan Kelas 1 Tangerang
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Mujiarto.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan wabah Covid-19 Rutan Kelas I Tangerang di Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, memberlakukan asimilasi di rumah bagi 45 Warga Binaan Pemasyrakatan (WBP) mulai hari ini (Rabu, 1/4/2020).

Kepala Rutan Kelas I Tangerang Mujiarto menuturkan, terkait dengan pengeluaran dan pembebasan warga binaan melalui asimilasi dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid-19 ini sesuai dengan keputusan menteri nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 serta Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Surat aEdaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Untuk di rutan kelas I Tangerang itu di hari ini ada 45 warga binaan untuk melaksanakan asimilasi di rumah,” terang Mujiarto kepada Redaksi24.com

Mantan Karutan Makasar ini menjelaskan, bahwa asimilasi adalah pembauran warga binaan kepada masyarakat sebelum waktu atau pembebasan bersyarat. Sesuai dengan Surat Edaran dan Keputusan Menteri tersebut asimilasi itu dilaksanakan di rumah.

Dalam proses pengeluaran para warga binaan ini, pihak Rutan Kelas I Tangerang berkoordinasi dengan Balas Pemasyrakatan (Bapas) Ciangir terkait dengan pengawasan asimilasi yang dilaksanakan di rumah tersebut.

“Pengawasan oleh pihak Bapas. Sebagai gambaran pihak Bapas melalui PK memastikan narapidana yang melaksanakan asimilasi ini benar-benar di rumah, dalam situasi seperti ini mungkin dengan mekanisme lain bisa dengan video call bisa dengan sharelock,” terangnya.

BACA JUGA:

Over Kapasitas, Jumlah Warga Binaan di Rutan Kelas I Tangerang Capai 1500 Orang

Ikuti Crash Program, 20 Warga Binaan Rutan Jambe Bebas Bersyarat

Ia juga mengatakan, sesuai dengan database Rutan Kelas I Tangerang dan sesuai dengan syarat utama asimilasi warga binaan dengan masa hukuman 2/3 sampai akhir tahun 2020, kemungkinan ada sekitar 200 lebih narapidana yang akan melakukan asimilasi di rumah.

Muji menambahkan, ada syarat atau mekanisme khusus dalam pelaksanaan asimilasi di rumah ini. Selain masa hukuman harus setengah dari masa pidananya, para warga binaan juga harus berkelakuan baik, dan harus melalui sidang TPP. Dalam hal pengeluarannya, sambung Muji, para warga binaan juga akan disertai dengan surat keterangan dari dokter atau perawat yang ada di Rutan kelas 1 Tangerang bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

“Akan kita Pastikan warga binaan yang melakukan asimilasi itu dalam kondisi sehat terutama sehat dari Covid19,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.