Cegah Anak Putus Sekolah, Pemkot Tangerang Luncurkan TCC

oleh -
PERESMIAN : Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah meresmikan Tangerang Cerdas Center (TCC) yang digelar di SMPN 24 Kota Tangerang, Jumat (12/7/2019).

REDAKSI24.COM—Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan meluncurkan Tangerang Cerdas Center (TCC) yang digelar di SMPN 24 Kota Tangerang, Jumat (12/7/2019) kemarin. TCC dibentuk sebagai upaya meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, dengan adanya TCC diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Kota Tangerang.

“Sekarang kita ingin semua, mulai dari PSM, Kader Posyandu, PKK, UPZ, Forum CSR, dan Baznas berkomitmen untuk memberikan jaminan masa depan yang lebih baik buat mereka,” ujar Arief.

Arief menjelaskan dalam pelaksanaannya , Pemerintah Kota Tangerang akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi, Baznas, Forum Corporate Social Responsibility (CSR), dan instansi/lembaga terkait untuk melakukan pendampingan kepada Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Rentan Putus Sekolah (ARPS).

“Mau dimasukin ke Dinas Pendidikan kurang aggarannya. Makanya jembatannya lewat Baznas dan Forum CSR nanti setelah itu dimasukkan ke APBD,” jelasnya.

Walikota pun langsung menginstruksikan jajaran lurah dan camat untuk mendata warganya yang rentan bahkan putus sekolah. Arief bahkan akan memberikan sanksi tegas bagi camat dan lurah yang tidak memberikan informasi terkait APS dan ARPS diwilayahnya.

“Bukan karena takut jabatan tapi ini tanggung jawab kita bersama. Kita harus menampung dan mencari jalan keluarnya. Kalau dia tidak serius dan tidak mau mengurus, ya lebih baik mengundurkan diri saja,” tegasnya.

“Jangan sampai ada satu anak pun di Kota Tangerang yang putus sekolah. Apapun kesulitannya kita akan bantu,” tambah Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia menerangkan ada beberapa fasilitas yang diberi lewat TCC ini diataranya dengan membentuk Satgas Anak Putus Sekolah, Membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang akan memberikan pendampingan atau bimbingan konseling bagi anak yang bermasalah secara psikologis, ditambah dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Ini sebetulnya bukan hanya tugas pemerintah tapi juga masyarakat dan orang tua bahkan LSM dan lainnya,” pungkas Masyati. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *