Cara Efektif Mengurangi Dampak Cemas Yang Tak Kunjung Tuntas

  • Whatsapp
Cemas

TANGERANG,REDAKSI24.COM-Cemas merupakan sebuah reaksi yang wajar. Namun apabila kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari, maka bisa jadi Anda mengalami apa yang disebut dengan gangguan kecemasan atau anxiety disorder. 

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah rasa cemas berlebihan yang bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang. Kondisi ini bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

Bacaan Lainnya

Perlu diketahui, gangguan cemas ini bisa menyebabkan penderitaan dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani hidup normal. Gangguan kecemasan seringkali melibatkan episode berulang perasaan cemas tiba-tiba dan intens serta ketakutan atau teror yang mencapai puncaknya dalam waktu beberapa menit. Puncak dari episode ini adalah serangan panik.

A.Penyebab gangguan kecemasan

1.Penyebab gangguan kecemasan dapat merupakan kombinasi dari beberapa faktor meliputi: Adanya aktivitas berlebihan dari bagian otak yang mengendalikan emosi dan tingkah laku. Senyawa serotonin dan noradrenalin yang tidak seimbang dalam otak.

2.Pernah mengalami trauma, misalnya kekerasan dalam rumah tangga serta perundungan. Menggunakan obat terlarang dan mengonsumsi minum minuman beralkohol.

3.Penyebab pasti dari gangguan kecemasan tidak diketahui, namun gangguan kecemasan seperti bentuk lain dari penyakit mental yang bukan hasil dari kelemahan pribadi, cacat karakter, atau pendidikan yang buruk. Para peneliti menduga gangguan ini disebabkan oleh kombinasi banyak faktor, termasuk perubahan zat kimia dalam otak dan stres.

Seperti penyakit otak lainnya, penyebab gangguan kecemasan dapat dipicu oleh masalah dalam fungsi sirkuit otak yang mengatur rasa takut dan emosi. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres berat dapat mengubah sel-sel saraf di dalam sirkuit otak. Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan atau anxiety disorder mengalami perubahan struktur otak yang mengontrol kenangan. Selain itu, gangguan kecemasan juga dapat terjadi di satu keluarga, yang berarti hal ini dapat diwariskan dari orang tua.

B.Resiko gangguan kecemasan 

Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan kepuasan, meliputi: 

1.Trauma

2.Stres karena penyakit tertentu

3.Stres yang menumpuk

4.Memiliki kepribadian tertentu

5.Gangguan kesehatan mental lain

6.Memiliki kerabat yang memiliki kondisi serupa

7.Menggunakan obat-obatan terlarang dan alkohol

C.Gejala gangguan kecemasan 

 Gangguan kecemasan memiliki gejala yang sangat beragam. Gejala dari kondisi ini bisa memengaruhi penderitanya, baik secara psikologis maupun fisik. Gejala anxiety disorder meliputi: 

1.Perasaan panik, ketakutan, dan kegelisahan yang berlebihan.

2.Mempunyai masalah tidur. 

3.Tangan atau kaki dingin atau berkeringat.

4.Sesak napas.

5.Palpitasi jantung (jantung berdetak kencang atau tidak beraturan).

6.Tidak bisa diam dan tenang.

7.Mulut kering. 

8.Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki.

9.Mual Ketegangan otot.

10.Pusing.

D. Komplikasi gangguan kecemasan

Gangguan mental satu ini tidak hanya membuat seseorang khawatir, tapi juga dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi mental dan fisik lainnya seperti: 

1.Penyalahgunaan zat 

2.Kesulitan tidur atau insomnia

3.Masalah pencernaan

4.Sakit kepala kronis

5.Depresi Isolasi sosial Masalah di sekolah atau tempat kerja

6.Kualitas hidup yang buruk

7.Bunuh diri

E.Pencegahan gangguan kecemasan 

Tidak ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk memprediksi gejala kecemasan. Meskipun begitu, beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan untuk mengurangi dampak gejala kondisi ini: 

1.Mencari bantuan lebih awal. Jika sudah merasakan gejala, jangan menunggu, semakin dibiarkan makan kondisi mental dapat semakin sulit diatasi. 

2.Tetap aktif. Menjalani aktivitas yang menyenangkan dan membuat Anda nyaman sangat baik. Menikmati interaksi sosial dapat mengurangi kekhawatiran Anda. 

3.Hindari penggunaan alkohol dan narkoba. Apabila Anda terlanjur mengalami kecanduan terhadap zat ini, segera berkonsultasi ke ahli untuk mengatasinya. (Fina Ainun/Hendra)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.