Camat di Pandeglang Diminta Genjot Potensi Pendapatan Daerah

  • Whatsapp
Wakil Bupati Pandeglang
Wakil Bupati Pandeglang, Banten, Tanto Warsono Arban.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Wakil Bupati Pandeglang, Banten, Tanto Warsono Arban, meminta kepada para camat untuk menggali optensi yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permintaan itu disampaikan juntuk peningkatan pembangunan Pandeglang.

Menurut Tanto, anggaran Kabupaten Pandeglang saat ini masih didominasi dari dana transfer pusat. Untuk itu, setiap kecamatan harus dapat menggali potensi PAD.

Bacaan Lainnya

“Kondisi keuangan Pemda terbatas, sementara yang harus dibangun banyak. Jadi dalam pelaksanaan pembangunan harus melihat skala prioritas,” ungkap Tanto saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Jiput, Selasa (25/2/2020).

Lanjut Tanto, dari awal memimpin bersama Bupati Pandeglang, Irna Narulita, sudah banyak capaian yang didapat. Namun, kata dia, masih ada beberapa program pembangunan jalan yang belum terealisasi.

“Mereka yang mengeluhkan tidak memahami kondisi seperti apa. Karena hitungan kami menyesuaikan dengan kondisi kuangan pemerintah,” katanya.

Menurutnya, jika PAD meningkat tentu akan berdampak pada peningkatan pembangunan pula. Maka dari itu, setiap pengajuan yang dilakukan harus menggunakan konsep matang dan skala prioritas.

“Makanya setiap ajuan dalam Musrenbang harus skala prioritas. Mengingat karena fiskal Kabupaten Pandeglang, ditambah tahun 2020 ini terserap anggaran Pilkada,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Pandeglang Gandeng Banyak Pihak

. Dari 5, Cuma 2 Bapaslon Jalur Perseorangan yang Daftar ke KPU Pandeglang

. Wakil Bupati Seruyan Kaltim Kepincut Festival Durian Carita Pandeglang

Sementara, Camat Jiput, Suntama mengatakan, jalan kewenangan Kabupaten Pandeglang, yang ada di kecamatannya kurang lebih sepanjang 8 KM. Dari jumlah itu, kata dia, baru 60% yang terselesaikan.

“Tahun 2020 hanya pembangunan jalan lingkungan dengan total anggaran Rp2,1 miliar untuk 13 desa. Namun mudah-mudahan ke depan pembangunan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Terkait optimalisasi untuk peningkatan PAD, Suntama mengaku akan memaksimalkan potensi yang ada guna peningkatan PAD di kecamatannya.

“Sekarang yang sudah berjalan yaitu PBB-P2 dari setiap desa dengan target tahun 2019 Rp415 juta. Ijin IMB 100 meter dari bahu jalan sudah berjalan, kami akan cari sumber lain karena Jiput masuk buferzone kawasan wisata,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.