Calo PPDB SMA/SMK Gentayangan di Kabupaten Tangerang, 1 Bangku Rp 4,5 Juta

oleh -
Ilustrasi Calo PPDB

REDAKSI24.COM—Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tangerang untuk tingkat SMA dan SMK Negeri tahun 2019 ini masih dikotori ulah oknum calo. Dengan miminta imbalan sejumlah uang, mereka bergentayangan menawarkan jasa memasukan anak didik ke berbagai sekolah negeri yang dianggap favorit.

Seperti informasi dari masyarakat yang berhasil dihimpun REDAKSI24.COM, para calo ini telah beraksi menawarkan jasanya kepada sejumlah orang tua murid. Bahkan, ada yang terang-terangan mendatangi rumah wali murid, dan meminta uang sebesar Rp 4,5 juta persiswa.

“Mintanya empat juta setengah, enggak bisa ditawar. Sempat ke rumah juga, minta tiga juta dulu, nanti kalau udah diterima baru bayar sisanya, sejuta setengah. Tapi kan saya gak ada uang segitu, makanya enggak kita kasih,” ujar salah seorang warga Kompleks Perumahan Mekarasri II, Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang tak disebutkan namanya, Selasa (18/6/2019).

Bahkan Ia juga mengungkapkan, calo PPDB ini adalah oknum guru salah satu SMK Negeri favorit di Kabupaten Tangerang. Oknum guru berinisial ID tersebut juga berani menjamin calon siswa bisa diterima di sekolahnya tersebut asalkan bisa memenuhi permintaannya, yaitu memberi uang sejumlah Rp 4,5 juta, meskipun calon siswa nilainya tidak memenuhi standar di sekolah tersebut.

 “Pokoknya, dia berani jamin pasti masuk lah, yang penting ya itu harus bayar Rp 4,5 juta,” katanya.

Menurut orang tua tersebut, jika hal ini terus dibiarkan, maka orang tua seperti dirinya yang tidak memiliki banyak uang tentunya akan kesulitan menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Padahal tadinya bisa menyekolahkan anak di sekolah negeri diharapkan bisa sedikit meringankan beban biaya pendidikan termasuk mendapatkan jaminan standar pendidikan yang layak bagi anaknya.

“saya harap pemerintah segera menindaklanjuti hal ini,” harapnya. (Widi/Hendra)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.