Cahya Baru Swalayan Digerebek Polsek Pamulang Karena Diduga Menyekap Karyawannya

oleh -
Cahya Baru Swalayan di Tangsel digerebek Polisi karena diduga menyekap dua karyawannya.

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Garasi Cahya Baru Swalayan di Jalan Ganesa Raya, Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, digerebek oleh petugas Polsek Pamulang, Satpol PP dan beberapa warga. 

Hal itu terjadi, karena diduga pemilik swalayan tersebut  melakukan penyekapan terhadap dua orang karyawannya yang berinisial T dan M.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di sekitar lokasi, penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (21/10/2021) dini hari, berawal dari laporan warga yang menyatakan kedua orang keluarganya yang bekerja di swalayan itu disekap oleh majikannya yang akrab disapa Koko dan cece. 

Menurut pengakuan salah seorang pedagang di sekitar lokasi, pemilik toko tersebut selama ini memang tegas, sehingga disalah artikan oleh kedua karyawan itu. “Setahu saya pemiliknya baik. Memang kalau ngomong suka kaya bentak karena wataknya seperti itu,” kata dia.

BACA JUGA: 17 Warga Pamulang Tertipu Bisnis Timun Suri Bodong Hingga Rp2 M Lapor Polisi

Apabila memang disekap, lanjutnya, tentu tidak boleh keluar. “Saya nggak tau kejadiannya seperti apa. Tapi, kalau mereka disekap pasti nggak bisa keluar sama sekali. Dan mereka saya lihat selama ini sering keluar,” kata narasumber tadi.

Senada dengan pedagang lainnya, bahwa selama ini kedua karyawan tersebut diperlakukan dengan baik. “Yang saya lihat pemilik swalayan itu baik,” kata dia

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Iptu Iskandar membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Itu dilakukan, karena pihaknya mendapat laporan telah terjadi penyekapan dan penganiayaan terhadap kedua karyawan yang bekerja di swalayan itu. 

” Awalnya kami mendapat laporan dari warga,  bahwa kedua orang keluarganya yang bekerja di swalayan itu disekapan,” kata dia.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Kanit, ternyata kedua karyawan itu menghubungi keluarganya karena ingin pulang dan sudah tidak betah bekerja di swalayan tersebut. “Pemilik swalayan tidak mengizinkan karyawan itu berhenti bekerja. Karena kesepakatan mereka dengan penyalur karyawan itu bila ingin berhenti harus ada penggantinya terlebih dahulu,” katanya.

Kemudian oleh petugas, tambah dia, masalah tersebut dimediasikan, sehingga akhirnya selesai secara kekeluargaan dan hak kedua karyawan langsung dibayarkan serta diperbolehkan pulang. “Masalah itu sudah selesai dan hanya miskomunikasi saja,” katanya. (RM2/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.