Jalan Panjang Penerima Bansos KMPB, Mulai Sulit Mendapatkan ATM hingga Dananya Yang Sudah Kosong

oleh -
Jalan Panjang Penerima Bansos KMPB, Mulai Sulit Mendapatkan ATM hingga Dananya Yang Sudah Kosong
Dana Bansos/Ilustrasi.

KABUPATEN TANGERANG REDAKSI24.COM – Sebanyak 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program Kartu Multiguna Provinsi Banten (KMPB) mengaku harus melewati proses panjang untuk mendapatkan kembali kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Banten.

“Saya coba datang ke Bank BJB unit Cisoka mau cek apakah uang bantuan itu ada apa nggak, karena tidak ada ATM nggak dicek,” cerita Lina saat ditemui di kediamannya pada Selasa (7/7/2021).

Oleh pihak Bank BJB, lanjut Lina, dianjurkan untuk membawa kartu ATM dari program bantuan sosial (Bansos) Provinsi Banten berupa Kartu Multiguna Provinsi Banten (KMPB) yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Banten beberapa tahun yang silam.

BACA JUGA: 36 KPM Pasanggrahan Solear Keluhkan Pemangkasan Bansos

“Saya berdua dengan teman mewakili KPM lainnya mendatangi rumah ketua kelompok untuk menanyakan keberadaan kartu, namun jawaban ketua kelompok tidak tapi dipegang oleh ibu IPT dan disimpan di wilayah Citra Raya, ternyata di sana tidak ada,” ujar Lina dengan nada kesal.

BACA JUGA: KPK Tetap Kawal Penyaluran Kembali Bansos COVID-19

Dijelaskannya, serasa di pimpong harus mencari tahu keberadaan kartu dan berusaha untuk mendapatkan kembali miliknya. Yang akhirnya harus bersusah payah untuk mencari tahu keberadaan atau rumah tinggal pendamping Bansos program KMPB.

BACA JUGA: KPK Minta Kepala Daerah Tidak Terjerat Kasus Korupsi Bansos

“Pada 23 Desember 2020 saya mendatangi rumah ibu IPT pendamping KMPB, jawaban pendamping bahwa Kartu itu sudah diserahkan ke Provinsi, si pendamping minta waktu 3 hari untuk mengembalikannya, belum sampai 3 hari, IPT telepon saya suruh ambil kerumahnya,” terang Lina.

Setelah mendapatkan kartu ATM, puluhan warga Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang selaku penerima Bansos itu langsung mendatangi Bank BJB untuk mengecek saldo bantuan tersebut.

“Dari 13 penerima manfaat, hanya 1 KPM yang bisa mencairkan bantuan sebesar Rp.1.250.000, sementara 3 KPM tidak bisa di cek karena pin ATM sudah berubah, dan 9 KPM saldo kosong, setelah di print out di Bank BJB, ternyata sudah dilakukan pencairan atau sudah dilakukan transaksi oleh arang lain,” ujar Lina.

Hal ini diduga ada penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum pendamping atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Kami ingin tau siapa yang mencairkan uang bantuan itu, kami minta dikembalikan karena itu hak kami yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten,” pungkasnya (RM1/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.