Buruh Tangerang Raya Ancam Kepung Kantor Gubernur Banten

oleh -
Buruh Tangerang Raya Ancam Kepung Kantor Gubernur Banten Kabupaten Tangerang gubernur banten
Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi mengancam akan mengerahkan massanya ke Kantor Gubernur Banten di Kota Serang untuk meminta penjelasam terkait pernyataan Wahidin Halim.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ribuan buruh di Tangerang Raya mengecam pernyataan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang menyarankan pengusaha mencari pekerja baru jika mereka tidak menerima upah yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Mutiara Hexagon, Sukadi mengatakan, pernyataan Wahidin Halim telah melukai hati buruh secara keseluruhan.

Menurut dia, tidak seharusnya sebagai gubernur, Wahidin Halim tidak melontarkan pernyataan yang justru memicu kemarahan buruh. Pernyataan Gubernur, kata dia, tidak menyelesaikan masalah.

“Nggak segampang itu gubernur ngomong, ini bisa memicu kemarahan ribuan buruh di Banten, termasuk di seluruh Indonesia,” unngkap Sukadi, Selasa (7/12/2021).

Sukadi menyatakan, ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan mengerahkan massanya ke Kantor Gubernur Banten di Serang untuk meminta penjelasam terkait pernyataan tersebut.

“Kami akan kepung kantor Gubernur Banten, apa maksudnya mengeluarkan statemen seperti itu,” imbuh Sukadi.

BACA JUGA: UMK Tidak Naik, Ribuan Buruh Tangerang Mogok hingga Blokade Jalan 

Semestinya, lanjut dia, sebagai orang nomor satu di Banten, Wahidin Halim seharusnya memberikan statemen yang bisa merangkul dan menyejukkan di tengah kegelisahan buruh yang menuntut kenaikan upah 2022.

“Misalnya akan membicarakan kembali dengan dewan pengupahan, jangan seenaknya ngomong, hingga memprovokasi buruh,” ujar Sukadi.

Kecaman sama disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Tangerang, Rosid. Menurut dia, sebagai gubernur yang dipilih rakyat, Wahidin Halim seharusnya tidak bersikap arogansi.

“Seharusnya sebagai pemimpin daerah, Wahidin Halim bisa mencarikan solusi bagi para buruh yang juga rakyatnya. Kami tidak perlu hormat kepada gubernur yang tidak memiliki hati nurani,” ujar Rosid saat aksi unjukrasa, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, sebagai rakyat, buruh akan melakukan gelombang perlawanan yang lebih besar lagi sebagai bentuk protes atas statemen Gubernur Banten yang dirasa telah menghina dan menginjak-injak harga diri kaum buruh.

BACA JUGA: Tuntut Kenaikan UMK, Buruh Kota Tangerang Tutup Jalan Daan Mogot dan Sweeping Pabrik

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kabupaten Tangerang, Supriadi mengatakan, statement yang dilontarkan Gubernur Banten sangat bersifat provokatif dan tidak bijaksana.

“Pernyataan itu dapat memicu amarah buruh, yang mengakibatkan kondisi ekonomi daerah tidak kondusif. Komentar Wahidin Halim tidak mencerminkan pemimpin daerah yang arif dan bijaksana,” kecamnya.

Sebelumnya, pada 30 Nopember 2021, Gubernur Banten Wahidin Halim telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten bernomor 561/Kep.282-Huk/2021 tentang Upah Minimum Kabupaten dan Kota (UMK) Banten Tahun 2022.

Dalam keputusan itu, UMK tahun 2022 untuk tiga daerah di Banten, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang tidak naik.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.