Buruh Sebut Kenaikkan Upah 13,5 Persen Sudah Harga Mati

oleh -
Buruh Sebut Kenaikkan Upah 13,5 Persen Sudah Harga Mati kabupaten tangerang aliansi buruh tangerang
Tuntutan kenaikan upah tahun 2022 sebesar 13,50 persen merupakan harga mati bagi buruh.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Buntut dari batalnya rapat pleno dewan pengupahan, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tangerang Raya (Alltar) mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi untuk mengepung kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Banten.

Jayadi, salah satu anggota Alltar dalam orasinya mengatakan, aksi hari ini adalah aksi damai untuk menyampaikan tuntutan atau aspirasi kaum buruh sekaligus mengawal sidang dewan pengupahan buruh Kabupaten Tangerang, meskipun agenda itu batal digelar.

“Ini aksi damai kaum buruh dan secara tidak langsung hari ini kita mengawal juga rencana diadakan rapat pleno dewan pengupahan buruh Kabupaten Tangerang bersama unsur pemerintah daerah dan juga APINDO namun batal digelar,” ungkap Jayadi, Kamis (18/11/2021).

Kendati demikian, lanjut Jayadi, kaum buruh akan terus berupaya mengawal sidang pleno dewan pengupahan buruh Kabupaten Tangerang agar tuntutan buruh terhadap kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 13,5 persen dan upah minimum provinsi (UMP) 8,95 persen bisa terpenuhi.

“Kami akan kawal terus sidang pleno dewan pengupahan pada Selasa depan, kami akan kerahkan massa lebih banyak lagi, kami akan kerahkan semua basis aliansi di Tangerang Raya ke kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang,” tegas Jayadi.

BACA JUGA: Buruh di Kabupaten Tangerang Tuntut Kenaikkan Upah Rp4,8 Juta

Jayadi meminta kaum buruh dari berbagai aliansi serikat pekerja atau buruh untuk mengawal sidang pleno dewan pengupahan buruh Kabupaten Tangerang pada Selasa 23 Nopember 2021.

“Kita jangan sampai lemah dalam perjuangan, jangan sampai lemah dalam pergerakan, jangan sampai lemah dalam perlawanan buruh di Kabupaten Tangerang,” teriak Jayadi.

Menurut Jayadi, disinyalir kenaikan upaya buruh di Kabupaten Tangerang pada tahun 2022 hanya sebesar Rp50 ribu. Sementara tuntutan kenaikan upah tahun 2022 sebesar 13,50 persen, kata dia, merupakan harga mati bagi buruh.

“Tuntutan kami sesuai hasil survei terhadap KHL (kebutuhan hidup layak), bila tuntutan itu tidak terpenuhi, buruh di Tangerang Raya siap melawan,” tegasnya.

Aksi ribuan buruh berjalan aman dan tertib meski tidak ada perwakilan pemerintah atau Disnakertrans Kabupaten Tangerang yang menemui mereka.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.