Buruh Minta Kenaikan UMP Jakarta Berlaku Bagi Seluruh Perusahaan

  • Whatsapp
FBK meminta Gubernur Anies memberlakukan kenaikan UMP 2021 bagi seluruh perusahaan di DKI Jakarta
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal melakukan orasi saat unjuk rasa buruh di depan kawasan Patung Arjunawiwaha atau Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/11/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– FBK (Forum Buruh Kawasan) Pulogadung, Jakarta Timur, meminta Gubernur Anies Baswedan  memberlakukan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 bagi seluruh perusahaan di DKI Jakarta.

“Kami minta kanaikan UMP 2021 berlaku terhadap seluruh buruh di seluruh perusahaan di DKI Jakarta, bukan hanya berlaku bagi perusahaan yang tak terkena dampak pandemi Covid-19 saja,” desak Koordinator FBK Pulogadung Hilman Firmansyah di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Alasan Hilman, kebijakan itu penting untuk meningkatkan daya beli buruh serta pekerja guna meningkatkan kembali daya beli masyarakat dan menggerakkan kembali perekonomian Jakarta.

FBK, kata dia, menilai kondisi pandemi Covid-19  sekarang ini seharusnya direspons pemerintah dengan cara memberikan proteksi kepada pekerja dengan peningkatan daya beli masyarakat, khususnya melalui kenaikan upah minimum.

BACA JUGA: DKI Tetapkan UMP 2021 Rp4,4 Juta Bagi Perusahaan Tak Terdampak Covid-19

Harapannya, imbuh Hilman, daya beli yang kuat akan memperkuat gerak roda perekonomian secara nasional.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan asimetris dengan menetapkan UMP 2021 sebesar Rp4.416.186,548  juta lebih yang berlaku bagi perusahaan terdampak Covid-19.

“Jumlah tersebut mempertimbangkan nilai produk domestik bruto (PDB) dan inflasi nasional, sehingga kenaikan di DKI Jakarta adalah sebesar 3,27 persen sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan,” ujar Gubernur  Anies Baswedan.

Gubernur Anies menegaskan, penetapan upah minimum  sebesar Rp4.416.186,548 hanya berlaku bagi sektor usaha di Jakarta yang tidak terpengaruh pandemi COVID-19.

Sedangkan bagi kegiatan usaha yang terkena dampak Covid-19, tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMP 2020 sebesar Rp4.276.349.

Kebijakan tersebut sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/11/HK.04/X/2020 untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai UMP 2021 sama dengan UMP 2020 bagi perusahaan yang terkena dampak pandemi Covid-19.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.