Buruh Laporkan PT SMP ke Wali Kota Cilegon

  • Whatsapp
buruh cilegon
Puluhan buruh PT SMP mendatangi kantir Wali Kota Cilegon, Senin (15/6/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM – Forum Buruh Cilegon (FBC) bersama 61 pekerja PT SMP yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendatangi kantor Wali Kota Cilegon, Senin (15/6/2020).

“Kami datang sesuai surat yang sudah dilayangkan ke Wali Kota Cilegon untuk minta audiensi berkaitan tentang PHK sepihak dan pemberangusan serikat pekerja di PT SMP,” kata Ketua Forum Buruh Cilegon (FBC), Rudi Syahrudin, Senin (15/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Rudi, sebanyak 61 karyawan yang di-PHK diantaranya, ketua dan pengurus serikat pekerja. Karena itu, pihaknya datang untuk melaporkan di Kota Cilegon terdapat perusahaan yang melarang pekerjanya berserikat.

“Perusahaan juga melakukan pemberangusan serikat pekerja. Itu sudah melanggar undang-undang nomor 21 pasal 28,” jelasnya.

Menurut Rudi, yang namanya perkumpulan serikat untuk tempat berunding, bermusyawarah tentang permasalahan yang ada di perusahaan. Karenanya, ia telah melayangkan surat audiensi kepada Wali Kota Cilegon Jumat (12/6/2020) lalu.

“Kami bukan mempermasalahkan pesangon, tapi kami ingin berbicara soal PHK yang tidak melalui prosedur undang-undang,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, bisa disebut PHK jika memang mengundurkan diri dari pekerjaan atau meninggal dunia. Selain itu, menurutnya, tidak ada alasan pemutusan hubungan kerja. “Kami akan mengawal masalah ini, akrena 61 rekan kami semua karyawan organik di perusahaannya,” tambahnya.

Sementara itu, seorang pekerja PT SMP bernama Saeful Anwar menilai, perusahaannya hanya menjadikan Covid-19 sebagai alibi untuk melakukan PHK kepada pekerjanya. Ia juga menceritakan, pada tanggal tanggal 22 Mei 2020, bersama 60 rekannya terakhir bekerja sebelum lebaran.

“Kami sempat dibriefing sambil diberikan sembako terus kami dikasi tahu bakal ada PHK sekitar 30 persen,” katanya.

Namun, lanjut Anwar, pada tanggal 23 Mei 2020 surat PHK tersebut sudah beredar melalui security. “Jadi menurut saya ini nggak adil. Makanya kami sepakat dengan teman-teman menolak PHK tersebut,” tandasnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.