Buruh di Kabupaten Tangerang Tuntut Kenaikkan Upah Rp4,8 Juta

oleh -
Buruh di Kabupaten Tangerang Tuntut Kenaikkan Upah Rp4,8 Juta
Mereka menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Tangerangtahun 2022 sebesar 13,50 persen atau Rp4.801.050 dari semula Rp4.571.050.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menggelar aksi unjukrasa di Lantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, Banten.

Mereka menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Tangerangtahun 2022 sebesar 13,50 persen atau Rp4.801.050 dari semula Rp4.571.050.

“Untuk UMP (upah minimum provinsi) kami minta kenaikan 8,95 persen dari sebelumnya,” teriak Sukadi, salah satu buruh dari SPSI PT Mutiara Hexagon saat berunjukrasa di Kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang di Kecamatan Balaraja,  Kamis (18/11/2021).

Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja itu, melakukan konvoi di Jalan Raya Serang menuju kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang di Kecamatan Balaraja. Akibat konvoi ribuan buruh, Jalan Raya Serang KM 27 macet panjang hingga 2 kilometer.

BACA JUGA: Buruh Kota Tangerang Tolak Pengupahan Perjam Karena Menguntungkan Perusahaan

Sukadi mengatakan, massa aksi sebagian kumpul di kawasan industri Olex Balaraja, dan sebagiannya dari Kampung Kiara arah Pos Sentul masuk Komplek Pergudangan Matahari, kemudian langsung ke kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang.

Namun sesampainya di kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang, sidang dewan pengupahan buruh dikabarkan batal digelar lantaran sudah ada surat edaran (SE) Kementerian Tenaga Kerja tentang kenaikan upah buruh 2022 sebesar 1,09 persen.

“Sesuai dengan jadwal rapat dewan pengupahan kabupaten Tangerang itu jam 8.30 WIB, dari unsur serikat pekerja sudah datang sementara unsur APINDO dan pemerintah belum hadir hingga jam 9.30 WIB, maka Dewan Pengupahan dari unsur serikat pekerja atau buruh keluar ruang sidang dan sidang batal,” jelas Sukadi.

Dengan batalnya sidang dewan pengupahan Kabupaten Tangerang, di tambah lagi dengan adanya surat edaran menteri tenaga kerja terkait kenaikan upah buruh tahun 2022 sebesar 1,09 persen, ribuan buruh pun kecewa.

“Kami sangat kecewa, tuntutan kami buruh tidak terpenuhi, kenaikan upah buruh hanya sebesar 1,09 persen itu sangat jauh dari kebutuhan hidup layak,” keluh Sukadi. (RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.