Bupati Tangerang Tutup PT PEMI Balaraja Karena Karyawannya Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
karyawan PT PEMI Balaraja terpapar covid-19
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (tengah) datangi PT PEMI.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — PT. Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI) Balaraja menghentikan sementara operasional pabrik selama 14 hari. Hal itu dilakukan pasca dua karyawannya yang berstatus PDP meninggal dunia.

Siang tadi, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar didampingi oleh Kadisnaker Kabupaten Tangerang Jarnazi, beserta unsur Muspika Kecamatan Balaraja mendatangi pihak perusahaan guna menyampaikan surat penghentian sementara oprasional PT. PEMI Balaraja.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita menyampaikan surat untuk penghentian oprasional PT PEMI setelah ada dugaan dua karyawan yang terpapar Covid-19,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar kepada sejumlah wartawan, Senin (27/4/2020).

Surat penghentian oprasional tersebut, sambung Zaki, berlaku bagi seluruh industri yang ada di Kabupaten Tangerang apabila ada karyawannya yang terpapar Covid-19.

“Kita membolehkan mereka beroprasi dengan catatan apabila ada pegawai yang terpapar itu wajib melakukan penutupan selama 14 hari dan melakukan rapid tes,” tegasnya

Zaki menambahkan, sebagai tindak lanjut atas kejadian di PT PEMI Balaraja, pihak Pemkab Tangerang akan terus berkoordinasi dengan semua perusahaan di Kabupaten Tangerang dan meminta mereka untuk mematuhi protokol dan SOP pemberlakuan PSBB.

“Koordinasinya tetap sama karenakan nanti fasilitas kesehatan RSUD juga akan bekerja sama dengan industri apabila ditemukan menjadi PDP atau ODP,”

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Jarnazi mengatakan, keputusan penghentian sementara operasional PT PEMI merupakan bagian dari protokol Covid-19 yang harus dijalankan.

Menanggapi soal adanya dua karyawan PT PEMI yang berstatus PDP meninggal dunia, dirinya merasa prihatin dan mengaku kecolongan atas kejadian tersebut.

“Kita prihatin, inikan kecolongan. Insya allah setelah adanya keputusan bupati untuk penutupan selama 14 hari kesananya kita akan lebih tertib lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:

Beberapa Karyawannya Terpapar Covid-19, PT Pemi Balaraja Diminta Shutdown

Karyawan PT PEMI Balaraja Terpapar Covid-19, DPRD Minta Perusahaan Harus Patuhi Pergub PSBB

Di tempat yang sama, Kepala HRD PT PEMI Balaraja, Hamdan mengaku akan mematuhi semua peraturan dan SOP Covid-19. Selama 14 hari ke depan, pihak perusahaan akan menghentikan sementara operasional perusahaan.

Ia juga mengatakan, sejak kejadian pertama karyawan berinisial HO yang berstatus PDP meninggal dunia pada 20 April 2020 lalu, pihak perusahaan sudah melakukan tracing dan rapid tes kepada 75 karyawan PT PEMI Balaraja.

Hasilnya, 5 orang reaktif dan saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan swab dari rumah sakit.

“Kita patuh pada segala peraturan. Perhari ini selama 14 hari kita akan tutup sementara,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.