Bupati Tangerang Ingin PSBB Sesi Kedua Diperketat

  • Whatsapp
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menggelar rapat koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam rangka Penanganan Percepatan Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang.

Rapat evaluasi yang digelar melalui video teleconfrence tersebut diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Tangerang beserta Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Sekretaris Daerah Mochammad Maesyal Rasyid, para Asisten Daerah dan Seluruh Camat Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pada rapat evaluasi PSBB tersebut sudah sepakati bersama agar PSBB diperpanjang hingga sesi kedua yang dimulai pada Sabtu tanggal 2 Mei 2020 pukul 00.01Wib mendatang.

Kata Zaki, untuk sesi ke dua ini penekanannya lebih kepada Penindakan hukum yang humanis agar bisa memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar. Karena, menurut Zaki pada PSBB sesi pertama lebih kepada edukasi, sosialiasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Selain itu, sambung Zaki, perlu ada peningkatan dan optimalisasi terhadap chek point terutama di jalan tol Jakarta – Merak dan beberapa pintu tol termasuk di beberapa titik chek point di sejumlah wilayah selama PSBB sesi pertama juga perlu dievaluasi.

“Untuk PSBB sesi ke dua ini diharapkan lebih ketat lagi dan membuat masyarakat lebih disiplin lagi dalam penerapan PSBB” kata Zaki dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (28/4/2020).

Zaki juga mengatakan, pada PSBB sesi Kedua ini pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi seperti melakukan wawaran kepada masyarakat serta meningkatkan frekuensi patroli keliling di sore hari menjelang berbuka puasa.

“Dalam sesi ke dua nanti pelaksanaan PSBB pemerintah daerah akan menggunakan aplikasi pelanggaran yang yang sudah digunakan oleh Polresta Tangerang sebagai data based,” tuturnya.

BACA JUGA:

Pemprov Banten Bakal Perpanjang PSBB di Tangerang Raya

Sementara itu, Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf Parada Warta Nusantara Tampubolon menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PSBB. Pertama, penerapan PSBB tahap dua harus dilakukan penambahan chek point di beberapa titik, terutama pintu keluar tol Balaraja, hal itu dikarenakan potensi pelanggaran cukup tinggi dan yang kedua prilaku masyarakat juga harus perhatikan.

Terkait rumah singgah Griya Anabatic, menurutnya sampai saat ini sudah berjalan dengan baik termasuk koordinasi antara instansi, keamanan dan pelayanan, berjalan juga dengan baik.

Sementara, Kapolresta Tangerang Tangerang Kombespol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, selama pelaksanaan PSBB sesi pertama pihaknya melakukan pencatatan pelanggaran melalui aplikasi selama 10 hari, ada 4.224 orang yg melanggar tidak menggunakan masker di wilayah hukum Polresta Tangerang, sedangkan kendaraan yang masuk lewat perbatasan cukup banyak.

“Perlu tingkatkan pemberdayaan gugus tugas tingkat RW/RT untuk kampanyekan penanganan Covid-19 dari rumah ke rumah, ini sangat membantu pencegahan. Saya tetap optimis dengan melibatkan masyarakat bergotong royong pelaksanaan PSBB akan berhasil pencegahan Covid-19,” kata Ade (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.