Bupati Serang Laporkan Penyegel SMPN 1 Mancak ke Polda Banten

  • Whatsapp
tatu chasanah
Bupati Serang, Banten, Ratu Tatu Chasanah memutuskan untuk menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan lahan SMPN 1 Mancak.

SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten Serang memutuskan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan sengketa lahan SMPN 1 Mancak yang disegel pihak pengklaim sebagai ahli waris. Langkah hukum dilakukan setelah upaya mediasi tidak membuahkan hasil, dan aksi penyegelan yang dilakukan pihak pengklaim ahli waris kembali terulang.

“Kami sudah laporkan ke Polda Banten, dan juga akan minta bantuan Kejaksaan Negeri Serang untuk menyelesaikan persoalan lahan SMPN 1 Mancak,” ungkap Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan usai menghadiri Jambore PKK, Selasa (15/10/2019).

Bacaan Lainnya

Tatu menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Kepala Bagian Hukum Kabupaten Serang untuk membawa persoalan lahan SMPN 1 Mancak ke ranah hukum.

“Karena (jika tidak dibawa ke ranah hukum,) tidak akan tuntas-tuntas. Ini buktinya digembok lagi,” kata Tatu.

BACA JUGA:

. SMPN 1 Mancak Disegel Ahli Waris, Dindikbud Kabupaten Serang Bentuk Tim

. Pemkab Serang Jadikan PKK Mitra Pembangunan Desa

. Evaluasi Sakip, DPKPTB Kabupaten Serang Targetkan Nilai A

Menurut Tatu, saat Pemkab Serang akan membawa masalah ini ke ranah hukum, pihak yang mengaku ahli waris lahan SMPN 1 Mancak berinisial AR menunjukkan sikap  berdamai. Namun beberapa waktu kemudian, dia kembali menyegel sekolah.  “Perilakunya menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah itu,” imbuh Tatu.

Tatu menyatakan, pihaknya memutuskan untuk menempuh jalur hukum agar permasalahan lahan SMPN 1 Mancak tidak berlarut-larut. “Jadi supaya jelas, mau punya mereka atau Pemda, bair penagdilan yang memutuskan, agar warga tidak jadi korban,” katanya.

Tatu menegaskan, Pemkab Serang mempunyai bukti kuat mengenai kepemilikan lahan SMPN 1 Mancak. Pemkab Serang, kata Tatu, juga sudah mempersilakan pihak pengklaim agar menggugat secara perdata ke pengadilan.

“Pemkab Serang punya bukti kepemilikan dan akan diperlihatkan di penagdilan, supaya beres. Kalau berlarut-larut kasihan siswa dan guru menjadi tidak tenang dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Serang, Sugi Hardono menegaskan, pihaknya memiliki bukti kuat terkait status lahan SMPN 1 Mancak. Tercatat di buku aset dan punya akta jual beli (AJB). Namun proses sertifikasi terhambat karena pihak pengklaim yang memiliki lahan di sebelah SMPN 1 Mancak tidak mau menandatanganinya.

“Dia malah mengklaim memiliki lahan SMPN 1 Mancak, tapi tidak berani gugat perdata,” ujar Sugi Hardono.

Sugi menambahkan, Pemkab Serang sudah melaporkan pihak pengklaim ke Polda Banten pada Juli lalu. Pemkab Serang juga meminta bantuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang selaku pengacara negara.

“Kami kan sudah kerjasama dengan kejaksaan. Nanti Kejari Serang membantu melakukan pendampingan dalam masalah ini,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan., ratusan siswa siswi SMPN Mancak terpaksa melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Gedung PGRI Kecamatan Mancak, Senin (14/10/2019). Hal itu terjadi karena gerbang sekolah mereka untuk ke empat kalinya disegel Aris Rusman bin Jainul yang mengaku sebagai ahli waris lahan sekolah tersebut. (Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.