Bupati Pandeglang Tak Khawatir Ibu Kota Pindah ke Kaltim

  • Whatsapp
Ilustrasi Ibu Kota Pindah
Ilustrasi Ibu Kota Pindah

REDAKSI24.COM – Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita tidak mempersoalkan rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim). Irna terkesan setuju atas rencana Presiden RI, Joko Widodo memindahkan Ibu Kota ke Kaltim tersebut.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita
Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Menurut Irna, jika pemindahan Ibu Kota dapat memberikan manfaat, hal itu tidak menjadi persoalan. Namun sejauh ini, kata Irna, rencana pemindahan ibu kota masih dalam kajian pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

“Kan masih dikaji (pemindahan Ibu Kota). Intinya sepanjang itu baik, manfaat dan maslahat bagi masyarakat, mengapa tidak,” ungkap Irna, saat ditemui usai menghadiri Baksos Kopassus di Lapangan Cikadu, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, Rabu (28/8/2019).

Bupati menyebut, berkaca pada Negara maju seperti Amerika, yang pernah melakukan pemindahan Ibu Kota dari New  York ke Washington DC, dan setelah perpindahan Ibu  Kota, kondisi perekonomian di New York terus berkembang.

“Menurut Ibu (Irna, red) hal itu bakal terjadi di Jakarta,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Bupati Pandeglang Warning Kontraktor Proyek Jalan Tanjung Lesung

. Warga Pandeglang Antusias Ikuti Baksos Kopassus

. Bupati Pandeglang Ajak Anggota DPRD yang Baru Bersinergi

Lagi pula lanjut Irna, wacana pemindahan tidak asal-asalan, namun berdasarkan penelitian para ahli dengan memakan waktu lama. “Wacana itu kan tidak hanya asal ucap. Tapi sudah dikaji beberapa puluh tahun oleh para ahli dan pemerintah pusat, terutama dampak dari mungkin kenyamanan, keamanan, juga berpikir 20 tahun ke depan, di Jakarta itu makin nyaman atau tidak,” ujarnya.

Irna mengaku tidak khawatir jika pusat pemerintahan berada di Kaltim. Selain itu, semua aktivitas tidak bisa langsung diboyong ke Kaltim, tapi sebagian kegiatan pemerintahan pusat dan daerah masih bisa dilakukan di Pulau Jawa.

“Kan butuh proses sampai 20 tahun mungkin. Selain itu, APBN tidak langsung dibawa ke Kaltim, nanti bisa teriak kabupaten/kota,” selorohnya.(Samsul/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.