Bupati Pandeglang Kampanyekan Cegah Covid-19 Lewat Video Conference

  • Whatsapp
teleconfrence
Bupati Tangerang, Banten, Irna Narulita menggelar teleconfrence dengan para camat terkait penanganan corona.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita melaksanakan rapat dengan para camat di Pandeglang melalui video conference. Hal itu dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor No 19 tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah.

Ada sebanyak 6 camat yang ikut dalam rapat jarak jauh tersebut, diantaranya Kecamatan Pandeglang, Majasari, Cadasari, Koroncong, Kaduhejo dan Karangtanjung.

Bacaan Lainnya

Menurut Irna Narulita, para camat menyampaikan secara persuasif kepada masyarakat dalam memutus penyebaran virus corona di Pandeglang. Irna tidak ingin ada warganya yang terjangkit covid-19.

“Kami harap para camat tahu tentang protokol kesehatan, protokol transportasi, dan komunikasi untuk disampaikan kepada masyarakat. Apabila ada berita tidak jelas segera telpon Call Center Covid 19,” ungkap Irna dari ruang pintar Setda Pandeglang, Kamis (19/3/2020).

Menurutnya, kondisi tubuh harus sehat untuk memberikan pelayanan walaupun dilakukan dengan jarak jauh. Ini dilakukan hanya 14 hari untuk memutus mata rantai sebaran virus corona.

“Di Indonesia kurang lebih ada 227 orang terpapar Covid-19, 11 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia. Sejauh ini di Pandeglang tidak ada yang postif, walaupun ada 2 ODP (Orang Dalam Pemantauan) karena masih menunggu hasil dari Litbangkes,” ujarnya.

Lanjut Irna, setelah merebaknya Covid-19, Pemkab Pandeglang sudah menindaklanjuti peraturan pemerintah pusat dengan membuat empat aturan, yaitu SE Bupati Nomor 443./665-Bag.Kesra/2020 tentang tindak lanjut penyebaran covid 19, Keputusan Bupati Nomor 443.05/Kep.180-Huk/2020  tentang pembentukan gugus tugas.

Keputusan Bupati Pandeglang nomor 360/Kep.183-Huk /2020 tentang penetapan status keadaan tertentu siaga darurat bencana Covid-19 di Kabupaten Pandeglang, dan SE Nomor : 800 /763-Bkd/2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19.

“Aturan ini tentunya kami buat untuk memutus penyebaran Covid-19 di Pandeglang. Keselamatan sudah diatur Allah, sebagai manusia kita harus  tetap berupaya,” katanya.

BACA JUGA:

. Dampak Covid-19, Sejumlah Kegiatan HUT Pandeglang Dibatalkan

. Gratis, Cek Covid-19 di RSUD Aulia Pandeglang

. Sarana Keagamaan di Pandeglang Disterilisasi Pakai Disinfektan

Irna juga meminta, kepada para camat dan Muspika untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar yang disinyalir ada kenaikan dampak dari adanya penyebaran virus corona tersebut.

“Sekarang ini sudah terjadi kelangkaan untuk perlengkapan medis seperti masker, dan hand sanitizer. Entah apa masalahnya, jika memungkinkan kami akan lakukan operasi pasar supaya tidak berdampak kepada bahan pokok lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Camat Pandeglang, Melly Rahmidiah mengatakan, pihaknya telah mel;akukan upaya persuasif kepada warganya dalam rangka memutus sebaran Virus Corona di Kecamatan Pandeglang.

“Kami sudah membuat banner di semua kelurahan terkait tatacara dan aturan yang harus dilakukan, seperti pola hidup sehat. Kami juga menyampaikan via Medsos (media sosial) kecamatan serta membuat grup WhatsApp di seluruh kelurahan,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.