Bupati Pandeglang dan Suami Pamer Kemesraan di Wisata Obod

  • Whatsapp
wisata obod Pandeglang
Bupati Pandeglang, Irna Narulita bersama suaminya Dimyati Natakusuma berswafoto di objek wisata Obod.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Objek wisata One BPP One Destination (Obod) di kawasan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Campaka Warna, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, merupakan destinasi wisata baru yang bisa dinikmati wisatawan.

Destinasi wisata Obod itu merupakan wisata pertanian dan dijadikan edukasi wisata bagi masyarakat tentang pertanian. Di kawasan wisata Obod juga dilengkapi tempat selfie yang dapat menarik pemuda pemudi dan wisatawan untuk hadir dan sekaligus belajar tentang pertanian.

Bacaan Lainnya

Bahkan perkampungan yang ada di kawasan itu, dinamakan kampung Sawarga (Sawah dan Refogia), yang memadukan padi dengan tanaman bunga Refogia sebagai penangkal hama alami.

Kawasan wisata Obod telah diresmikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang dalam kesempatan itu, bersama suaminya pamer kemesraan di spot selfi yang ada di kawasan wisata pertanian tersebut.

Dikutif dari postingan akun facebooknya, Irna Narulita Dimyati II, objek wisata pertanian Obod diharapkan mampu meningkatkan minat para petani untuk terus mengembangkan ilmunya di dalam bidang teknologi sektor pertanian, juga sebagai tempat agro dan edu wisata bagi masyarakat.

“Diharapkan hal ini dapat memberikan nilai tambah bagi para petani dan juga masyarakat di sekitar kawasan. Kami mendukung program Obod di Sindangresmi, karena adanya integrasi antara BPP dengan desa yang dapat juga dikelola BUMDes,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Piknik Asyik Bersama Keluarga ke Agro Wisata Labu Madu Pandeglang

. Sepi, Rest Area Panimbang Pandeglang Dinilai Salah Konsep

. Asyiknya Berselancar di Pantai Pulau Panaitan Pandeglang

Kawasan ini juga dilengkapi dengan tempat-tempat selfie yang dapat menarik minat pemuda – pemudi untuk hadir dan sekaligus belajar tentang pertanian. Juga terdapat embung atau danau air desa yang dapat mengairi sawah seluas 250 Hektar.

Selain mengaliri area persawahan, embung juga menghasilkan panen ikan, sehingga kawasan itu menghasilkan karbohidrat dan protein untuk masyarakat secara umum.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.