Bupati Lebak: Banjir Bandang Dampak Buruknya Vegetasi Hutan Di TNGHS

  • Whatsapp
Banjir Bandang di lebak
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya tinjau lokasi bencana.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan bencana alam banjir bandang yang menerjang 5 Kecamatan di Kabupaten Lebak merupakan dampak dari buruknya vegetasi lingkungan hidup di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Ini bukan hanya karena luapan sungai. Tapi juga karena vegetasi hutan di TNGHS yang tidak adalagi pohon untuk menopang tanah, sehingga mudah terjadi longsor,” kata Bupati saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Cipanas, Sajira, dan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (1/1/2020)

Bacaan Lainnya

Karena itu, kata Bupati, pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemerintah Pusat dan pihak terkait. “Kita akan melaporkan secara real hal ini, dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Karena kami lihat sendiri kondisi di TNGH saat ini sudah gundul. Kami akan mencari solusinya, sehingga bencana di Lebak tidak terulang kembali,” tandasnya.

BACA JUGA:

. 2 Warga Lebak Gedong Yang Dilaporkan Terseret Banjir Bandang Dalam Pencarian

. 100 Prajurit TNI Dikerahkan Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang di Lebak

Lebih jauh Bupati menjelaskan,, banjir bandang yang terjadi saat ini merupakan yang terparah di Kabupaten Lebak. Untuk itu ia mengimbau, kepada seluruh warga, khususnya yang terkena bencana agar tetap waspada dan menyelematkan jiwa terlebih dahulu, dikhawatirkan akan adanya banjir atau longsor susulan, mengingat musim hujan masih berlangsung.

” Kepada seluruh warga, khususnya yang terkena musibah agar selalu waspada demi menyelimatkan jiwa,” katanya.

Saat ini tambah dia, Pemkab Lebak dan sejumlah relawan tengah mendistribusikan kebutuhan pokok dan mendirikan posko kesehatan serta dapur umum di beberapa titik di lokasi bencana untuk memenuhi kebutuhan makan bagi korban bencana.

Selain Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong, banjir juga melanda Kecamatan Sajira, Curugbitung dan Cimarga. Hingga saat ini kerusakan rumah, gedung sekolah, jembatan, jalan dan fasilitas umum lainnya masih dalam pendataan pemerintah setempat. (Yusuf/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.