BUMN Diharapkan Berkontribusi Wujudkan Normal Baru

  • Whatsapp
Deputi SDM dan IT Kementerian BUMN Alex Denni

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kementerian BUMN berharap perusahaan negara atau BUMN dapat berkontribusi mewujudkan skenario normal baru di masa pandemi COVID-19.

“Kami merasa BUMN memiliki potensi untuk berkontribusi secara signifikan untuk segera mewujudkan skenario normal baru,” ujar Deputi SDM dan IT Kementerian BUMN Alex Denni dalam seminar daring yang digelar Forum Ekselen BUMN (FEB) di Jakarta, Selasa.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagian besar masyarakat sudah menjalankan disiplin protokol kesehatan, namun belum semua. Artinya masyarakat sudah memasuki kondisi normal baru tapi belum masuk dan menjalankan disiplin protokol kesehatan secara menyeluruh.

“Dengan demikian dibutuhkan tuas dari BUMN-BUMN untuk menggerakkan normal baru betul-betul dijalankan secara menyeluruh, agar semua orang menjalankan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Pejabat kementerian ini berharap kalau vaksin ditemukan, maka BUMN bersama masyarakat juga dapat menjadi pendorong ke arah kehidupan yang lebih baik. Semua pihak tidak mengharapkan terjadinya gelombang kedua COVID-19 menuju zona yang berbahaya.

Alex Denni juga memaparkan sejumlah skenario terkait pandemi COVID-19. Skenario pertama yakni zona kematian atau death zone di mana virus menyebar dengan cepat, vaksin belum ditemukan dan sistem perawatan medis tidak sanggup menanggulangi pasien yang jumlahnya melebihi kapasitas.

Di lain pihak  perilaku masyarakat sangat abai terhadap protokol kesehatan  diri serta orang lain. Jumlah korban yang meninggal banyak dan bisnis-bisnis banyak yang gulung tikar.

Skenario kedua yakni skenario normal baru, yakni virus masih mengancam namun vaksin belum ditemukan. Kendati demikian perilaku disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan dan keselamatan membuat penyebaran COVID-19 melambat, sehingga sistem perawatan rumah sakit bisa menangani jumlah pasien yang ada dengan baik.

Di sisi lain, semua aktivitas yang bisa dilakukan secara virtual dan dari jarak jauh (remote) tidak lagi dilakukan secara konvensional. Jumlah korban yang meninggal sedikit serta bisnis akan mencari cara, produk, dan solusi baru yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan dalam dunia dengan peradaban atau budaya baru.

Skenario lainnya yakni harapan hidup yang lebih panjang di mana vaksin telah ditemukan dan sistem perawatan medis sudah bisa menangani pasien COVID-19. Pasien COVID menjadi sedikit, semua aktivitas yang sudah terbiasa dilakukan secara virtual dan jarak jauh tidak lagi dilakukan secara konvensional.

Namun transformasi digital terjadi secara masif dan produktivitas meningkat secara signifikan. Perilaku disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan telah terbentuk sehingga membuat harapan hidup manusia menjadi lebih panjang.(Aji/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.