Bukan Karena Covid-19, Produksi Padi Petani di Kota Serang Menurun

  • Whatsapp
produksi padi
Petani padi di Kota Serang memanen padi lebih lama akibat serangan hama.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Hasil pertanian padi petani di Kampung Bengkeng, Kecamatan Curug, Kota Serang mengalami penurunan sampai setengah ton dari setiap petak sawahnya.

Dalam kondisi normal, hasil panen padi setiap satu petak sawah bisa menghasilkan 1,5 ton padi. Namun pada panen padi kali ini, petani hanya mampu menghasilkan satu ton padi dari setiap petak sawahnya.

Bacaan Lainnya

“Satu petak sawah rata-rata luasnya 5.000 meter persegi2,” ujar Zakim, salah satu petani asal Curug, Kota Serang, Senin (27/4/2020).

Penurunan ini, lanjut Zakim, merupakan efek dari serangan hama yang menyerang persawahan petani ketika padi sudah mulai berbuah. Serangan hama merusak sebagian tanaman padi.

“Biasanya tiga bulan itu kami sudah panen, tapi kali ini lebih lama karena ada serangan hama yang membuat usia matang padi menjadi lambat,” jelasnya.

BACA JUGA:

. Ini 8 Lokasi Pengecekan di Kota Serang Bagi yang Nekat Mudik

. Kota Serang Diguncang Gempa Berkekuatan 4,5 Magnitudo

. Jumlah Kemiskinan di Kota Serang Semakin Meningkat

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus Tauhid mengatakan, penurunan hasil panen padi ini tidak ada kaitannya dengan dampak Pandemi Covid-19. Penurunan produksi padi,  kata dia, lebih dikarenakan efek dari serangan hama.

Namun begitu, Agus menyatakan, secara garis besar harga jual padi kering di Banten masih relative stabil dan tidak terpengaruh pandemi Covid-19. “Perkwintal gabah kering harganya Rp500 ribu. Stabil sampai saat ini,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.