,

Bro! Kosmetik Abal-abal Bisa Bikin Kulit Kinclong, Tapi Berbahaya Loh

oleh -
kosmetik abal-abal,bpom,kulit kinclong,label halal
Ilustrasi - produk kosmetik.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Memiliki kulit putih adalah dambaan setiap orang, namun terkadang demi memiliki kulit mulus tak jarang orang melakukannya secara instan menggunakan produk kosmetik abal-abal tidak meperhatikan kandungannya berbahaya atau tidak, yang penting kulit cepat kinclong.

Produk kosmetik abal-abal itu pastinya belum memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), apalagi label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kosmetik abal-abal itu biasanya gencar melakukan promosi, membujuk konsumen dengan iming-iming harga murah dan hasilnya kulit cepat kinclong, tanpa peduli terhadap kesehatan konsumen.

dr. Fatimah Zahra, M.Biomed AAM mengatakan, produk kosmetik ilegal tanpa label halal itu asumsinya mengandung logam berat, dan merkuri.

Kata dia, semakin lama dipakai produk mengandung merkuri akan semakin menumpuk di jaringan kulit, dan perlu waktu lama hingga tahunan untuk menghilangkannya.

“Krim abal-abal itu dalam asumsi saya mengandung logam berat, merkuri. Mudah-mudahan belum muncul efek serius. Jika kita tahu mengandung merkuri, harus segera dihentikan,” kata dr. Fatimah, dalam siaran resmi Sheima, Rabu (10/3/2021).

Meski demikian, ada solusi yang diberikannya. Yang pertama adalah mengonsumsi antioksidan yang tinggi.

“Supaya logam berat tidak berefek lama karena mengendap di ginjal, juga harus disertai minum air putih yang banyak. Jangan lupa diet sehat, konsumsi makanan dengan banyak serat, dan menjalani gaya hidup yang sehat,” ujarnya.

Dia menyarankan untuk memilih produk kecantikan yang sudah berizin BPOM, berlabel halal, dan konsultasi ke dokter kulit atau dokter kecantikan.

Dalam memilih kosmetik, imbuh dia, agar mencari produk yang menyehatkan kulit, bukan sekadar menawarkan kulit putih dan bersinar.

“Kalau diartikan putih tetapi tidak sesuai dengan warna kulit di bagian tubuh lainnya kan jadi lucu. Wajah itu ada rona-ronanya, ada rumusnya seperti yang ada di Fitzpatrick. Nggak mungkin kan wajahnya putih mengilap sementara leher dan tangannya hitam, itu nggak bagus,” ucapnya.

Dari referensi yang pernah dibacanya, memang banyak perempuan Indonesia ingin memiliki kulit kinclong dan putih.

“Mereka sebenarnya korban iklan. Di Indonesia kulit putih digadang-gadang lebih cantik, padahal jelas kulit Indonesia, dan Asia Tenggara berbeda-beda. Ada suku tertentu yang berkulit putih, tapi tidak semua. Kita berkulit gradasi, putih sampai sawo matang.” Katanya.

Bombardir iklan yang mengeneralisir bahwa cantik itu jika kulitnya putih juga dikritisinya.

“Sebaiknya produsen kosmetik juga harus bijaksana. Jangan beriklan dan membentuk mindset bahwa kulit putih itu cantik, tetap lebih kepada kulit sehat.” Imbuhnya. (Nanien Yuniar/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.