Brigadir Iis, Polwan Cantik Polda Banten Penjaga Perdamaian di Afrika Tengah

oleh -
Brigadir Iis Polwan Cantik Polda Banten Penjaga Perdamaian di Afrika Tengah PBB UN
Brigadir Iis rupanya juga seorang istri dan ibu dari 3 anak. Walaupun sudah berkeluarga namun semangatnya tidak pernah luntur dalam memberikan yang terbaik bagi negaranya maupun dunia.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Polda Banten nampaknya boleh berbangga. Bagaimana tidak, salah satu anggota Polwan-nya dipercaya menjadi pasukan perdamaian dunia dibawah komando Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations (UN).

Polwan Polda Banten yang menjadi penjaga perdamaian itu bernama Brigadir Iis Mulyani SH. Sebelumnya, Iis salah satu Polwan yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Polwan cantik itu ternyata memiliki kemampuan luar biasa, sehingga dipercaya menjadi anggota pasukan perdamaian dunia. Dia bergabung dalam Kontingen Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 2 Minusca, yang ditugaskan di Bangui, Afrika Tengah.

Brigadir Iis rupanya juga seorang istri dan ibu dari 3 anak. Walaupun sudah berkeluarga namun semangatnya tidak pernah luntur dalam memberikan yang terbaik bagi negaranya maupun dunia.

Ia mengaku, menjadi pasukan PBB merupakan impiannya sejak menjadi anggota Polri. Menjaga pasukan penjaga perdamaian, menurut IIs, merupakan mimpinya sejak dulu. Sehingga ketika ada seleksi untuk menjadi anggota pasukan PBB, dia langsung mendaftarkan diri.

BACA JUGA: Kabid Humas Polda Banten Minta Anggotanya Mampu Melaporkan Kegiatan Ala Jurnalis

“Atas doa dan dukungan dari suami serta keluarga, saya bisa lulus,” kata Iis yang saat ini sudah lebih dari 11 bulan berdinas di benua hitam itu. Berbagai tantangan pun sudah dilaluinya.

“Saya mulai bertugas 5 September 2020. Sangat banyak tantangan yang saya hadapi, apalagi ini merupakan negara konflik. Sehingga harus siap dengan situasi-situasi yang tidak terduga saat bertugas di luar camp,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam menjalankan tugas, tidak ada perbedaan antara Polwan dan polisi laki-laki. Setiap anggota pasukan PBB harus benar-benar profesional saat melakukan tugas. Laki-laki dan wanita punya tugas yang sama.

“Walaupun dalam situasi hati yang sedang melow dan rindu keluarga, kita tetap harus melaksanakan tugas,” imbuhnya.

Namun, ia juga mengakui, selama tugas di Afrika Tengah hal yang berat itu saat rindu dengan keluarga. Biasanya, selama dinas di Polda Banten, ketika pulang bisa langsung bertemu suami dan anak. Namun sekarang, dengan jarak sangat jauh, menjadi tantangan baginya.

BACA JUGA: AKBP Shinto Silitonga Resmi Jabat Kabid Humas Polda Banten

“Saya harus bisa menahan rasa kangen, sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik. Ketika waktu libur saya menyempatkan diri menghubungi suami dan anak-anak, dengan kecanggihan teknologi saat ini dapat mengurangi rindu kepada keluarga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iis menjelaskan, selama bertugas di Afrika Tengah, dirinya bergabung dengan Pasukan Taktis Pleton Bravo. Dalam 1 Pleton terbagi menjadi 3 regu, 1 regu berjumlah 10 personel gabungan Polwan dan Polisi laki-laki.

Tugasnya sudah diatur bergantian untuk melaksanakan tugas patroli di titik yang sudah ditentukan JTFB Commander. Iis mengaku, menjalankan misi perdamaian di Afrika Tengah merupakan kebanggaan tersendiri baginya.

“Saya sangat bangga bisa mendapatkan tugas misi kemanusiaan, ini pengalaman hidup saya yang tidak bisa dilupakan,” tandasnya.(Siberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.