BPOM Sita Obat Obatan Keras di Tangerang Senilai Rp 270 Juta Lebih

oleh -
Kepala BPOM, Penny K. Lukito, gelar obat keras hasil penggrebeknya.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Untuk mengantisipasi penyalahgunaan obat keras, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penggrebekan terhadap tiga toko kosmetik, satu toko obat dan satu rumah yang digunakan untuk menyimpan obat-obatan di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam penggrebekan tersebut, BPOM selain mengamankan 20 orang pemilik dan karyawan toko, juga menyita puluhan kardus berisi ratusan peaces obat-obatan keras.

” Kasus ini masih dalam pemeriksaan petugas untuk dikembangkan lebih lanjut,” kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito di sela-sela penggrebekannya di kawasan Mall Bandara City, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (3/12/2019).

Adapun beberapa toko yang digrebek yaitu toko kosmetik di kawasan Mall Bandara City, dua Toko Kosmetik di Jalan Kosambi Barat, RT 3, RW 2, Kelurahan Kosambi Barat, toko obat di Jalan Salembaran Raya RT 3, RW 6, Kelurahan Selembaran dan rumah tinggal yang dijadikan gudang di Jalan Kosambi Barat, RT 3 RW 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:

BPOM Kabupaten Tangerang Sita Komestik Ilegal Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sedangkan obat-obatan keras yang disita kata Peny, mengandung psikotropika, diantaranya Trhexiphenydyl, Hexymer, Tramadol dan obat-obat dafar G lainnya yang dapat menggangu fungsi saraf.

Penggrebekan dilakukan kata dia, setelah pihaknya melakukan penyelidikan selama satu bulan. Dan dalam menjalankan bisnisnya, mereka menggunakan kamuflase sebagai toko kosmetik dan toko obat-obatan biasa yang tidak punya ijin operasional.

“Setelah kami total, obat-obatan keras itu terdapat 419 item dan 172.532 pieces atau dengan nilai ekonomi mecapai Rp270.496.510,” kata Peny. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *