BPNT Diduga Diselewengkan, Dinsos Pemkab Tangerang Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

  • Whatsapp
BPNT
Kasi Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemkab Tangerang, Aliyudin.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM– Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia diduga diselewengkan oleh oknum suplier, dengan cara mengurangi takaran kuantitas beras dan telur yang disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera.

Namun begitu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, selaku pengawas yang mendapat laporan itu belum mengambil langkah konkret.

Bacaan Lainnya

Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Legok, Anhari mengungkapkan, dirinya menemukan langsung kecurangan yang dilakukan para oknum supplier.

Para supplier itu, katanya, mengirimkan bantuan beras tidak sesuai kuatitas yang ditentukan. Bahkan, ukurannya dikurangi dari 7 Kg menjadi 5 Kg.. sedangkan yang dikirimkan sesuai hanya telur yaitu 1 Kg per Kepala Keluarga (KK)

“Dengan berkurang 2 kilogram per satu penerima manfaat, dan apabila di satu kecamatan penerima itu terdapat 3000-4000 KK di kalikan Rp 11.000, nilainya mencapai Rp 33-44 juta per kecamatan,” kata dia. Ini, tambahnya, harus diusut, karena jatah itu untuk keluarga tidak mampu.

BACA JUGA:

Ada Pria Lumpuh di Cisoka, Dinsos Kabupaten Tangerang Ngaku Belum Terima Laporan

Banyak Warga Kabupaten Tangerang Alami Gangguan Jiwa

Dikonfirmasi masalah teraebut, Kasi Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemkab Tangerang, Aliyudin mengatakan pihaknya sudah mengetahui masalah tersebut. Namun, pihaknya belum menerima laporan secara tertulis.

“Soal informasi itu kami sudah dengar. Tapi, belum ada laporan secara tertulis,” kata Aliyudin. Sehingga,.kata dia, puhaknya tidak bisa berbuat apa-apa. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.