BPH Migas Tetapkan Kuota BBM 2020 sebanyak 15,87 Juta KL

  • Whatsapp
Target Kuota BBM 2020
Kepala BPH Migas, Fanshurullah menjelaskan konsumsi BBM tahun 2020.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menetapkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tahun 2020 sebanyak 15,87 juta KL.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa mengatakan, BPH membagi tiga jenis BBM yang akan dialokasikan ke masyarakat. Antara lain Jenis BBM tertentu (JBT), Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dan ketiga Jenis BBM Umum.

Bacaan Lainnya

“Untuk JBT alokasi sebesar 16,2 juta KL, untuk BBM khusus penugasan (JBKP) yakni solar dan minyak tanah, serta BBM umum meliputi premium, pertalite, pertamax dengan pasokan sekitar 51,3 juta KL,” ujarnya di Gedung BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Pasokan minyak tersebut, kata Fanshurullah, mengalami kenaikan sebesar 5,03 % dibanding tahun lalu sebesar 15,11 juta KL.

Fanshurullah melanjutkan, BPH Migas secara resmi telah memberikan penugasan kepada Badan Usaha untuk menyalurkan BBM subsidi tersebut ke masyarakat melalui penunjukan langsung dan atau melalui seleksi. Hal itu dibuktikan melalui surat keputusan yang diserahkan pada Senin, (30/12/2019).

“Surat Keputusan tersebut pada hari ini diserahkan kepada Badan Usaha penerima penugasan dan Gubernur seluruh Indonesia,” katanya.

Adapun badan usaha yang dimaksud Fanshurullah adalah PT. Pertamina, PT. AKR Corporindo, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Kereta Api lndonesia (Persero), dan Asosiasi Pelayaran Rakyat (PELRA).

BACA JUGA:

Shell Buka SPBU Baru di Alam Sutera Tangerang dan Cirebon

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pendistribusian BBM ke masyarakat diharapkan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. Pasalnya, selama ini penyaluran BBM oleh SPBU kerap didapati praktek penyelewengan.

“Ada dua hal yang mesti kita perbaiki agar bisa mengurangi masalah penyelewengan minyak ini, pertama kepada stakeloholder untuk melakukan pengawasan. Kemudian yang kedua kita akan menggunakan manfaat teknolog untuk melakukan pengawasan,” ujarnya. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.