BPD Pasanggrahan Sebut Kades Terpilih Langgar Permendagri

oleh -
BPD Pasanggrahan Sebut Kades Terpilih Langgar Permendagri perangkat desa
Ketua BPD Pasanggrahan Tatang Sumarna mengatakan, pergantian staf desa mestinya melalui rapat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPD, agar tidak terjadi miskomunikasi pelayanan, antara staf desa yang lama dengan baru.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, menyebut Kepala Desa (Kades) Terpilih telah melanggar Permendagri Nomor 67 tahun 2017 terkait pengangkatan perangkat atau staf desa.

“Sebetulnya hal itu nggak perlu terjadi kalau saja Kades yang baru bisa menahan diri, biarkan dulu staf desa yang lama bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ketua BPD Pasanggrahan, Tatang Sumarna usai menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Kades di kantor Kecamatan Solear, Kamis (21/10/2021).

Menurut Tatang Sumarna, pergantian staf desa mestinya melalui rapat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPD, agar tidak terjadi miskomunikasi pelayanan, antara staf desa yang lama dengan baru.

Tatang meminta staf desa yang lama kembali bekerja seperti semula sampai dengan diterbitkannya surat keputusan (SK) pengangkatan bagi perangkat desa yang baru.

“Staf yang lama punya SK, artinya harus di cabut dulu SK agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelas Tatang.

BACA JUGA: Pergantian Perangkat Desa Pasanggrahan Dinilai Langgar Aturan

Sementara itu, Kades Pasanggrahan terpilih, Agus Setyantoro mengaku staf baru hanya membantu staf lama lantaran mereka tidak menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Selain itu, kata dia, juga untuk menginventarisir aset-aset desa yang terindikasi hilang.

“Yang ramai itu hari Senin, warga nggak dilayani, ingin membuat surat keterangan, dari hari Jumat warga nggak dilayani. Maka hari Senin itu saya mengambil keputusan, dan akhirnya pelayanan di desa yang numpuk itu lebih dari seratus orang,” jelas Agus.

Sedangkan salah satu staf Desa Pasanggrahan yang lama, Rudi Sopian membantah jika pasca pelantikan Kades terpilih pelayanan warga terhenti. Menurutnya, staf kantor desa tidak bisa bekerja karena kursinya sudah terisi staf baru.

Padahal, kata dia, idealnya ada serah terima jabatan penempatan staf baru disaksikan Kades terpilih serta BPD.

“Gimana kami mau kerja, tempat duduk sudah diisi sama staf baru, kami masih punya hak, SK kami masih berlaku, silakan cabut dulu SK dan bereskan administrasinya, besok kami akan tetap berkantor sampai resmi diberhentikan,” ujar Rudi Sopian.

Sementara salah satu staf desa yang baru, enggan memberikan komentar. “Nanti saja di kantor Desa Pasanggrahan,” ungkap Staf Desa Pesanggrahan yang baru bernama Agung.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.